Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pendekatan CTL

oleh: dick_78    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; text-align :justify; font-size:11.0pt; font-family :"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

PendekatanCTL (Contextual Teaching Learning)

Contextual teaching learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, :1). Eliene B Jhonson memberikan definisi CTL (Contekstual Teaching And Learning) adalah proses pembelajaran yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks yang mereka pelajari sehari-hari.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

Berdasarkan pengertian pembelajaran kontekstual, Wina Sanjaya dalam Endang Komara, mengungkapkan bahwa terdapat lima karakteristik penting dalam menggunakan proses penbelajaran kontekstual yaitu:

a) Dalam Contekstual Teaching and Learning (CTL) pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada, yang artinya apa yang akan dipelajarai, tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang di peroleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang mempunyai keterkaiatan satu sama lain.

b) Pembelajaran kontekstual adalah belajar dengan memperoleh dan menambah pengetahuan baru, yang diperoleh dengan cara deduktif, yang artinya pembelajaran dimulai dengan cara mempelajari secara keseluruhan, kemudian memperhatikan detailnya.

c) Pemahaman pengetahuan, yang artinya pengetahuan yan diperoleh bukan untuk dihafal akan tetapi untuk dipahami dan diyakini, misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan.

d) Memperaktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut yang artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa.

e) Melakukan refleksi terhadap setrategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan setrategi.

(http://dahli-ahmad.blogs pot.com/2009/01/peran-pembelajaran-ctl-dalam.html)

Secara garis besar langkah-langkah penerapan dalam pembelajaran Contekstual menurut Trianto (2007:106) adalah sebagai berikut:

a) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

b) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.

c) Kembangkan sifat ingin tau siswa dengan bertanya

d) Ciptakan masyarakat belajar.

e) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran

f) Lakukan refleksi diakhir pertemuan.

Diterbitkan di: 21 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.