/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
text-align :justify;
font-size:11.0pt;
font-family :"Calibri","sans-serif";
mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}
Metode
dan Bentuk Penelitian
1.
Metode
Penelitian
Penelitian ini terbatas pada
usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya sehingga
bersifat sekedar untuk mengungkapkan fakta (fact
finding). Hasil penelitian ditekankan pada pemberian gambaran secara
objektif tentang keadaan sebenarnya dari siswa yang diselidiki dalam
pembelajaran. Oleh sebab itu berdasarkan masalah yang dirumuskan dan ruang
lingkup penelitian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif.
Hadari Nawawi (1998: 63)
mengartikan “metode deskriptif sebagai prosedur pemecahan masalah yang
diselidiki dengan menggambarkan /melukiskan keadaan subjek/objek penelitian
(seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya”.
Berdasarkan metode
penelitian yang telah ditentukan yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah
aktual pembelajaran yang dihadapi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12
Benua Kayong dilanjutkan dengan usaha perbaikan
kegiatan pembelajaran dan pemecahan kesulitan belajar siswa, sehingga kemampuan
untuk memahami konsep dan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran Konsep
Cahaya di Sekolah Dasar Negeri 12 Benua Kayong akan
meningkat. Oleh sebab itu bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dengan sifat kolaborasi antara peneliti dengan teman sejawat serta
siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Benua Kayong.
2. Bentuk Penelitian
Bentuk penelitian ini,
yaitu penelitian tindakan kelas, atau disebut Classroom Action
Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk
mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu obyek penelitian di kelas
tersebut (Trianto, 2001: 13). Menurut Wina Sanjaya (2010: 26) bahwa penelitian
tindakan kelas yakni sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam
kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut
dengan cara melakukan tindakan yang terencana dala situasi nyata serta
menganalisis setiap perngaruh dari perlakuan tersebut.
Penelitian tindakan
merupakan intervensi praktik dunia nyata yang ditujukan untuk meningkatkan
situasi praktis. Kalau jenis penelitian lain layaknya dilakukan oleh para
ilmuwan di kampus atau lembaga penelitian, penelitian tindakan layaknya
dilakukan oleh para praktisi termasuk guru. Kalau penelitian lainnya untuk
mengembangkan teori, penelitian tindakan ditujukan untuk meningkatkan praktik
lapangan yaitu untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya,
sehingga profesional akademik guru akan meningkat dan hasil belajar siswapun
akan meningkat.