SIFAT KEPRAMUKAAN
Resolusi konferensi kepramukaan sedunia pada tahun 1924,
bertempat fi kopenhagen, Denmark. Menyatakan bahwa kepramukaan mempunyai tiga
sifat yaitu :
1.
Nasional, artinya kepramukaan itu diselengarakan
di masing-masing Negara disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing Negara tersebut.
2.
Internasional, artinya kepramukaan harus dapat
mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antar sesama anggota kepanduan
(pramuka) dan sebagai sesame manusia.
3.
Universal, artinya kepramukaan itu dapat berlaku
untuk siapa saja serta dapat diselenggarakan dimana saja.
Fungsi Kepramukaan
Seperti halnya dengan sifat-sifat kepramukaan, fungsi
kepramukaan juga terdiri dari tiga fungsi yaitu :
1.
Merupakan kegiatan yang menarik yang mengandung
pendidikan, bagi anak-anak, remaja dan pemuda.
2.
Merupakan suatu pengabdian (job) bagi para
anggota dewasa yang merupakan tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan dan
pengabdian.
3.
Merupakan alat (means) bagi masyarakat, Negara
atau organisasi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alat bagi organisasi atau
Negara untuk mencapai tujuannya.
Istilah Gerakan Kepramukaan
Gerakan pramuka adalah nama organisasi yang merupakan suatu
wadah proses pendidikan kepramukaan yang ada di Indonesia. Sebelum tahun 1961,
di Indonesia pernah berdiri puluhan bahkan sampai ratusan organisasi kepanduan
miosalnya : Pandu rakyat Indonesi (PRI), Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI),
Hizbul Wathon (HW), Pandu Kesultanan (PK), Wira Tamtama dan banyak lainnya.
Sekarang hanya ada 1 organisasi kepanduan nasional, Gerakan
Pendidikan Kepanduan GERAKAN PRAMUKA, di singkat pramuka.
Di Negara-negara lain, istilah pandu dan kepanduan serta
organisasinya berbeda-beda, walaupun maksudnya sama. Misalnya :
1.
Di Malaysia, disebut Persekutuan Pengakap
Malaysia
2.
Di Singapura, The Singapore Scout Associstion
3.
Di Philipina, Kapatiran Scouting Philifinas
4.
Di India, The Bharat Scouts and Guides
5.
Di amerika Serikat, Boys Scout of America (BSA)
6.
Dsb.