Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tantangan Profesi Guru

oleh: Jengnonaliya     Pengarang : JengnonaLiya
ª
 
Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan beratnya tantangan yang dhadapi oleh profesi keguruan dalam usaha untuk meningkatkan kewibawaannya di mata masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Dedi Supriadi, (1999:104-106) sebagai berikut:

Pertama, berkenaan dengan definisi profesi keguruan, masih ada kekurangjelasan tentang definisi profesi keguruan, bidang garapannya yang khas, dan tingkat keahlian yang dituntut dari pemegang profesi ini.


Kedua, kenyataan yang terjadi sepanjang sejarah profesi keguruan menunjukkan bahwa desakan kebutuhan masyarakat dan sekolah akan guru, maka profesi ini tidak cukup terlindungi dari terjadinya gangguan dari luar. Di masa lalu bahkan hingga dewasa ini, ada kesan bahwa siapapun oleh berdiri di muka kelas untuk mengajar tanpa memperdulikan latar belakang dan tingkat pendidikannya.Tanpa dibayangkan betapa sulitnya menarik suatu generalisasi utuh tentang tingkat profesionalisme guru.Sekali lagi,dibangdingkan misalnya dengan profesi kedokteran yang anggotanya hanya terdiri atas dokter dengan kualifikasi pendidikan yang jelas dan seragam.


Ketiga,penambahan jumlah guru secara besar-besaran membuat sulitnya standar mutu guru dikendalikan dan di jaga.Hal ini terjadi hampir pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.Akibatnya,ad anggapan seakan – akan tidak ada relevansinya untuk bicar tntng profesionalisme guru di tengah mendesaknya kebutuhan akan guru dalam jumlah besar.


Keempat,PGRI sendiri cenderung bergerak di”pertengahan “antara pemerintah dan guru – guru PGRI.PGRI belum banyak aktif melakukan kegiatan – kegiatan yang secara sistematis dan langsung berkaitan dengan peningkatan profesionalisme guru,misalnya melalui penerbitan profesional dan kegiatan ilmiah lainnya.

Hal serupa juga berlaku dalam upaya memperjuangkan nasib para guru.Diakui bahwa ada beberapa tahun terakhir PGRI makin aktif menyuarakan aspirasi guru,namun secara umum tidak berlebihan dikatakan bahwa PGRI masih harus berbuat banyak untuk menjaadi penyalur dan penyambung lidah para guru dalam meyampaikan aspirasinya untuk perbaikan statusnya.

Baik sebagai wahana untuk meningkatkan profesionalisme maupun untuk memperjuangkan nasib guru,PGRI memang masih sebelum “ secanggih” orgnisasi serupa di negara lain , misalnya NEA(National Educational Association) di AS benar-benar aktif melakukan pembinaan terhadap profesionalisme guru;sedangkan AFT(American Federation of Teacher) lebih berurusa dengan upaya memperjuangkan hak – hak guru.Guru – guru yang kurang puas dengan kondisi kerja banyak bergabung dengan AFT .Di Inggris, NUT (National Teachers Union) merupakan kekuatan yang angkuh baik sebagai sarana untuk pembinaan profesionalisme guru maupun dalam mempengaruhi opini publik tentang pendidikan dan guru.


Kelima,tuntutan dan harapan masyarakat yang harus meningkat dan berubah membuat guru makin ditantang.Perubahan yang terjadi dalam masyarakat melahirkan tuntutan – tuntutan baru terhadap peran (role expectation) yang seharusnya dimainkan oleh guru.Akibatnya,setiap penambahan kemampuan guru selalu berpacu dengan meningkatnya kemampuan dan harapan masyarakat tersebut yang kadang – kadang lebih cepat dari kemampuan guru untuk memenuhinya.Masalah terjadi apabila harapan atas peran guru bertambah,sementara kemampuan guru memenuhinya terbatas.Bila di masa lalu guru menjadi sumber utama untuk menjawab ketidak tahuan siswa,sekarang bukan lagi.Di rumah tersedia radio,televisi bahkan komputer dan internet.Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa - dengan pengecualian di pedesaan barisan depan dalam irama perubahan masyarakt sebagimana dipercayai di masa lalu,melainkan pengikut perubahan masyarkat yang bergerak jauh di depan mereka.Dalam situasi yang demikian, tidak mudh m
Diterbitkan di: 05 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.