Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Metode Drill (latihan)

Pengertian Metode Drill (latihan)

oleh: satriaapenaa     Pengarang : nihlah
ª
 
Metode drill (latihan) atau metode training merupakan suatu cara
mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan,
kesempatan dan keterampilan.
Metode drill pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu
ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Mengingat
metode ini kurang mengembangkan bakat atau inisiatif siswa untuk
berpikir, maka hendaknya latihan disiapkan untuk mengembangkan
kamampuan motorik siswa.
Metode latihan mempunyai kebaikan-kebaikan, antara lain:
peserta didik memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam
melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipelajarinya, guru lebih
mudah mengontrol dan dapat membedakan mana siswa yang disiplin
dan tidak, dapat meninbulkan rasa percaya diri jika siswa berhasil
dalam belajarnya.
Adapun kelemahan metode drill antara lain: menghambat bakat
dan inisatif siswa karena tidak boleh keluar dari instruksi yang ada,
membentuk kebiasaan yang kaku karena siswa lebih banyak ditujukan
untuk mendapatkan kecakapan memberikan respon secara otomatis
tanpa menggunakan intelegensia, dapat menimbulkan verbalisme
karena siswa lebih banyak dilatih menghafal soal-soal dan
menjawabnya secara otomatis.

Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan
pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa
melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat
memperdalam bahan pelajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang
telah dipelajari. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar
baik secara individual maupun kelompok. Tugas-tugas tersebut antara
lain membuat laporan, resume, membuat makalah, menjawab
pertanyaan, mengadakan observasi, melakukan wawancara,
mengadakan latihan, atau menyelesaikan pekerjaan tertentu.
Prinsip yang mendasari metode ini ada dalam Al-Qur’an. Allah
memberikan tugas yang berat terhadap Nabi Muhammad sebelum dia
melaksanakan tugas kerasulannya. Tugas yang diinstruksikan itu ialah
berupa sifat-sifat kepemimpinan yang harus dimiliki. Firman Allah swt.
dalam surat al-Muddaththir ayat 1-7 berbunyi:
Artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu
berilah peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu
bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah
kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang
lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,
bersabarlah.
Metode penugasan memiliki kelebihan antara lain sebagai bentuk
pengajaran modern, merangsang dan menumbuhkan kreatifitas siswa,
mengembangkan kemandirian, memberikan keyakinan tentang apa
yang dipelajari di kelas, membina kebiasaan siswa untuk selalu mencari
dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi, membuat siswa lebih
bergairah dalam belajar, membina tanggung jawab dan disiplin para
siswa.
Sedangkan kelemahan metode penugasan ialah kesulitan dalam
mengontrol peserta didik, apalagi yang jumlahnya banyak, pelaksanaan
tugas kelompok terkadang hanya dikerjakan oleh beberapa orang saja,
sedangkan yang lainnya tidak mengerjakan sama sekali, kesulitan
dalam memberikan tugas kepada siswa yang berbeda-beda
kemampuannya .
Diterbitkan di: 06 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.