Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kejayaan pada masa ali bin abu thalib

Kejayaan pada masa ali bin abu thalib

oleh: firmanmaulayasir    
ª
 
Kejayaan pada masa Ali bin abi thalib

Selama pemerintahan Ali bin Abi Thalib berlangsung, tidak ada masa sedikit pun dalam masa pemerintahannya itu yang dapat dikatakan stabil. Ia menghadapi berbagai pergolakan dan konflik internal di kalangan umat Islam. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa pada masanya tidak ada peradaban yang penting dan tidak dihasilkan. Ada beberapa peradaban yang dihasilkan pada masa Ali bin Abi Thalib, adalah sebagai berikut:


1. Bidang Politik

a. Mulai berkembangnya paham demokrasi.

Paham demokrasi ini merupakan paham yang dikembangkan dan dianut oleh kaum Khawarij.Menurut mereka khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh umat Islam.

b. Berdirinya partai-partai politik

Adanya partai-partai politik di kubu umat Islam disebabkan oleh:

§ Golongan Utsman dibawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan yang mengumandangkan semboyan menuntut darah Utsman. Dua sahabat terkenal (Zubair dan Thalhah) dan isteri Nabi Aisyah berpihak kepada golongan Utsman.

§ Golongan Ali, yang mana dalam golongan tersebut terdapat dua golongan yang terkemuka, yaitu golongan Syi'ah dan Kahawij.

Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Volume 6 No.10 Oktober 2008 43

Partai-partai politik tersebut berdampak pada adanya gangguan dan goncangan terhadap sendi-sendi dalam Daulah Islamiyah yang masih berusia muda ini.

2. Bidang Ekonomi

a. Perdagangan

Sistem kebijaksanaan perdagangan yang diterapkan Ali tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan oleh khalifah sebelumnya, Umar bin Khattab. Ia hanya melanjutkan beberapa kebijakan yang telah dibuat oleh Umar bin Khattab.

b. Pertanian

Dalam sektor pertanian ini, khalifah Ali mengelola beberapa tanah atau lahan yan telah diambilnya dari Bani Umayyah dan para penduduk lainnya. Hal ini digunakan untuk menambah devisa negara.

c. Mengelola dan melestarikan kembali Baitul Mal


Baitul Mal merupakan suatu karya budaya Islam yang berupa perbendaharaan negara dan mempunyai tanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan kas negara. Pada masa pemerintahan khalifah Ali, ia dengan teguh mengikuti prinsip-prinsip yang telah diterapkan oleh khalifah kedua Umar bin Khattab. Harta dan kekayaan masyarakat dikembalikan kepada rakyat dengan adil dan merata.


3. Bidang Ilmu Pengetahuan

Ali yang dikenal sebagai orang jenis (gerbang ilmu/ Bab al-ilm) menempati posisi yang unik sebagai intelektalitas terbesar di antara para sahabat Nabi.Selain itu, ia juga dikenal sebagai Bapak Ilmu pengetahuan, karena itulah pada masa pemerintahannya mulai muncul dan berkembang beberapa ilmu pengetahuan, di antaranya adalah sebagia berikut:



a. Ilmu Nahwu dan Ilmu Lughah (Ilmu Balaghah)

Ilmu nahwu dan ilmu lughah lahir dan berkembang di Basrah dan Kufah. Hal ini disebabkan karena kedua kota tersebut banyak bermukim berbagai kabilah Arab yang berbicara dengan bermacam-macam dialeg bahasa, bahkan di sana juga banyak bermukim orang-orang Ajam yang berbahasa Persia. Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah Pembina dan penyusun pertama bagi dasar-dasar ilmu tata bahasa Arab tersebut yang kemudian dilanjutkan oleh Abu Aswad ad-Duali.Dengan adanya ilmu itu, khalifah Ali berjasa dalam memperbaharui gramatika tulisan Arab, dengan membuat rumus-rumus tanda baca, seperti titik dan harakat untuk memudahkan kaum muslimin membaca al-Qur'an atau berkomunikasi melalui tulisan.

b. Ilmu Hadis

Dalam bidang ilmu hadis, khalifah Ali bin Abi Thalib berusaha untuk memelihara hadis, dengan cara berhati-hati dalam meriwayatkan suatu hadis.Hal ini terbukti dengan perkataannya: "Jika aku mendengar suatu dari Rasul, maka semoga Allah memberi manfaat kepadaku dengan apa yang Beliau kehendaki dari hadis itu. Jika orang lain meriwayatkan kepadaku, maka aku memintanya bersumpah, dan jika mau bersumpah, maka aku membiarkannya". Masa pemerintahan khalifah Ali diwarnai dengan masa permulaan pemalsuan hadis, yang mayoritas dibuat oleh pendukungnya, Syiah yang bertujuan untuk melawan politik dari musuh-musuh mereka. Golongan Syi'ah ini membuat keuatamaan (fadha'il) dari sisi-sisi positif Ali dan menonjolkan sisi-sisi negatif Muawiyah dan para pendukung Bani Umayyah. Dari kejadian inilah, maka 'ulmu al-hadis dibuat dan dikembangkan oleh muhadditsin pada masa itu.

c. Ilmu Mistik

Ahli mistik terkenal, Junaid al-Baghdadi mengakui bahwa Ali memiliki otoritas paling tinggi dalam ilmu mistik. Ali menghabiskan banyak waktu untuk mistik. Dari ilmu mistik inilah, maka akan melahirkan apa yang disebut sekarang dengan ilmu tasawuf

d. Berkembangnya pemikiran Rasional (Teologi)

Proses perkembangan pemikiran muslim tidak lepas dari adanya pergolakan politik pada masa kekhalifahan Ali, yang menimbulkan perang Shiffin dan memunculkan golongan Khawarij. Golongan Khawarij inilah yang pertama kali memprakarsai terhadap berkembangnya teologi/ilmu kalam, yaitu tentang kufr.


4. Bidang Sosial

Dengan berkembangnya sistem politik di masa khalifah Ali, maka hal tersebut mewarnai pola dan corak kehidupan masyarakat pada waktu itu. Ali dikenal sebagai orang yan memiliki sikap egalitarian yang sangat tinggi dan memberikan contoh sebagai sosok seorang kepala negara yang berkedudukan sama dengan rakyat lainnya. Dalam sebuah kasus, Ali berperkara di pengadilan dengan seorang Yahudi mengenai baju besi. Yahudi tersebut dengan berbagai argumentasinya dan saksinya mengklaim bahwa baju tersebut milikinya. Karena Ali tidak dapat mengajukan bukti-bukti dalam pembelaannya, maka hakim memutuskan untuk memenangkan dan mengabulkan tuntutan Yahudi tersebut.Ali ingin mengembalikan citra pemerintahan Islam sebagaimana pada masa Abu Bakar dan Umar sebelumnya. Namun kondisi masyarakat yang kacau balau dan tidak terkendali lagi menjadikan usaha Ali tidak banyak berhasil. Adapun usasha-usaha yang dapat dilakukannya adalah sebagai berikut:



> Mendirikan beberapa madrasah sebagai tempat memberikan pelajaran dalam bentuk khalaqah di masjid atau tempat pertemuan lainnya.

> Mengembangkan hukum Islam. Selain sebagai khalifah, Ali juga dikenal sebagah seorang mujtahid yang agung dan ahli hukum pada zamannya, dan terbesar di segala zaman. Ia mampu menetapkan aturan-aturan pokok untuk kepentingan umat Islam secara keseluruhan dan menyelesaikan semua masalah rumit dan yang paling musykil sekalipun.

Diterbitkan di: 01 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.