Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Pekerjaan Rumah

Pengertian Pekerjaan Rumah

oleh: DionThohiron     Pengarang : NN
ª
 

Menurut Oemar Hamalik (1984: jilid II: 94), ialah sebagai berikut: “Pekerjaan rumah ialah suatu tugas yang diberikan oleh guru kepada murid-murid, tugas mana dikerjakan dan diselesaikan serta dipecahkan di rumah, dalam hubungannya dengan suatu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Pekerjaan rumah memberikan kesempatan belajar di rumah dan kegiatan-kegiatan ini merupakan pelengkap bukan sebagai duplikat dari kegiatan belajar di sekolah. Pekerjaan rumah mengandung 3 (tiga) unsur yakni: (a) unsur tugas, (b) unsur belajar (home study), (c) unsur penilaian.”


Sementara itu, Nana Sudjana (1988:81), mengemukakan bahwa “tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, dan perpustakaan, dan di tempat lainnnya.” Oleh sebab itu, adanya perbedaan dari pendapat tersebut, bahwa pada dasarnya pengertian metode resitasi maupun pekerjaan rumah harus dapat merangsang para siswa untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok. Dalam pelaksanaan metode ini siswa dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah, mungkin di perpustakaan, di laboratorium, di kebun percobaan dan sebagainya untuk dipertanggungjawabkan kepada guru.


Dengan demikian, dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pekerjaan rumah maupun resitasi yaitu untuk memberikan selingan variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah. Tugas semacam itu dapat dikerjakan di luar jam pelajaran, di rumah maupun sebelum pula, sehingga dapat dikerjakan bersama temannya. Di samping itu pula metode tersebut, mempunyai tiga fase, hal ini dikemukakan oleh Sutari Imam Bernadib (1981:39), bahwa metode tugas/resitasi ini mempunyai tiga (tiga) fase, diantaranya:

a. Guru memberi tugas

b. Murid melaksanakan tugas

c. Murid mempertanggungjawaban kepada guru tentang apa yang telah dipelajari.

Diterbitkan di: 23 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah pengertian pr yang sesungguhnya? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.