Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

oleh: JhoNY008     Pengarang : Hariyanto
ª
 

Model pembelajaran mempunyai andil yang cukup besar selama proses pembelajaran. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa ditentukan oleh kerelevansian dalam penggunaan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan. Sehingga tujuan pembelajaran akan dicapai dengan penggunaan model yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan dalam tujuan pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran, siswa mempunyai latar belakang yang berbeda­beda diantaranya: lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, dan tingkat kecerdasan. Fakta tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun suatu strategi pembelajaran yang tepat. Ada tiga pilihan model pembelajaran, yaitu kompetisi, individual, dan cooperative learning. Model pembelajaran cooperative learning merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas­ tugas yang terstuktur disebut sebagai sistem ``pembelajaran gotong royong'.

Dalam sistem ini, guru bertindak sebagai fasilitator. Model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur­unsur dasar pembelajaran cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal­asalan. Pelaksanaan prosedur model cooperative learning dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif.

Model pembelajaran yang berkembang saat ini adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menggunakan kelompok­kelompok kecil sehingga siswa­siswa saling bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Siswa dalam kelompok kooperatif belajar berdiskusi, saling membantu, dan mengajak satu sama lain untuk mengatasi masalah belajar. Pembelajaran kooperatif mengkondisikan siswa untuk aktif dan saling memberi dukungan dalam kerja kelompok untuk menuntaskan materi masalah dalam belajar.

pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok­kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 6 orang dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Sehingga model

pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.


Keunggulan Dalam Pembelajaran Kooperatif

Beberapa keunggulan dalam pembelajaran kooperatif kedalam dua kelompok teori :

1. Teori motivasi, perspektif motivasional pada pembelajarn kooperatif memfokuskan pada penghargaan atau struktur tujuan dimana para siswa melakukan proses pembelajaran. tiga struktur tujuan yaitu kooperatif, kompetitif dan individualistik.

2. Teori kognitif, menegaskan bahwa dengan pembelajaran kooperatif akan meningkatkan kemampuan berpiikir kritis siswa dimana siswa akan bertukar pikiran dalam menyelesaikan tugas atau masalah.

ada satu potensi penghalang untuk dihindari jika ingin pembelajaran kooperatif berjalan efektif

secara instruksional. Jika tidak dirancang dengan baik dan benar, metode pembelajaran kooperatif dapat memicu munculnya ``pengendara bebas' dimana sebagian anggota kelompok melakukan semua atau sebagian besar dari seluruh pekerjaan (dalam pembelajaran) sementara yang lain hanya tinggal menunggu hasil dari pekerjaan tersebut. Masalah ini sering kita sebut sebagai ``difusi tanggung jawab' dan dapat menjadi penghalang bagi terciptanya pengaruh pencapaian prestasi dari pembelajaran kooperatif. Difusi tanggung jawab dalam pembelajaran kooperatif dapat ditiadakan dengan cara membuat masing­masing anggota kelompok atas unit yang berbeda dalam tugas kelompok dan membuat para siswa bertanggung jawab secara individual atas pembelajaran mereka.

Diterbitkan di: 19 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.