Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Peran Guru dalam Mengembangkan Kurikulum KTSP

Peran Guru dalam Mengembangkan Kurikulum KTSP

oleh: faqod     Pengarang : WACHIDI
ª
 
Perubahan KTSP menuntut para pelaksana pendidikan untuk memahami,merencanakan, mengembangkan, mengimplementasikan dan mengevaluasinyadalam proses pendidikan. Para pelaksana pendidikan yang bertanggung jawabterhadap pelaksanaan pendidikan, antara lain, kepala sekolah, guru, siswa, orangtua dan karyawan. Guru adalah merupakan salah satu bahkan satu-satunya yangmempunyai kedudukan sentral dan strategis dalam merencanakan,pengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil proses pembelajaran. Oleh14sebab itu, guru harus memiliki kompetensi dalam mengembangkan kurikulumyang sedang berlaku.Setelah KTSP diberlakukan diberbagai jenis dan jenjang pendidikan Dasardan Menengah di seluruh sekolah di Indonesia, maka seluruh jenis dan jenjangpendidikan tersebut masing-masing satuan pendidikan wajib merencanakan,mengembangkan, melaksanakannya dan mengevaluasinya. Kemudian apa peranguru dalam mengembangkan kurikulum KTSP? Dalam dimensi institusi guruberperan untuk mengembangkan visi, misi institusi, merumuskan tujuan institusi,menentukan stuktur program, jenis muatan local, kalender pendidikan,pengembangan diri dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dalam dimensikelas, guru harus mengembangkan silabus, RPP (Rencana PelaksanaanPembelajaran), media pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, sistemevaluasi yang digunakan. Berkaitan dengan kemampuan guru, tidak semua gurumampu mengembangkan dan mengimplementasikan KTSP dalam prosespembelajaran di dalam kelas. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan (Knowledges),keterampilan (Skills), Nilai dan sikap (Values/attitudes) yang kurang memadai. Disamping itu, disebabkan oleh kurangnya kepedulian guru dalam menanggapiinovasi KTSP secara leluasa dalam mengembangkan dan menerapkan kurikulumdalam kelas. Oleh karena itu, implementasi KTSP hampir seluruhnya bergantung: “Kreativitas, kecakapan, kesungguhan, dan ketekunan guru” (Sukmadinata,1997: 2). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru-guru pada tingkatpendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadapi inovasi kurikulum barukurang adanya kesungguhan, ketekunan, kecakapan dan kurang adanyakreativitas dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Di samping itu,hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman kompetensi dasar guruguruMI, M.Ts. dan MA di provinsi Bengkulu masih tergolong rendah (Wachidi,2007). Demikian juga hasil peneltian tingkat kepedulian guru-guru IPS Sekolah15Dasar, guru IPS sekolah Menengah Pertama dan guru IPS Sekolah MenengahAtas di kota Bengkulu masih tergolong rendah (Wachidi, 2008). Untuk itu, gurudituntut untuk sunguh-sungguh mengembangkan dan mengimplementasikanKTSP secara profesional. masing-masing satuan pendidikan.
Diterbitkan di: 15 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.