Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kedudukan Guru

oleh: DianGautama    
ª
 

Guru diakui sebagai suatu profesi khusus. Dikatakan demikian, karena profesi keguruan bukan saja memerlukan keahlian tertentu sebagaimana profesi lain, tetapi juga mengemban misi yang paling berharga, yaitu pendidikan dan peradaban. Atas dasar itu, dalam kebudayaan bangsa yang beradab guru senantiasa diagungkan dan disanjung, dan juga dihormati, karena peranannya yang penting bagi eksistensi bangsa di masa depan.


Secara normatif kedudukan guru dalam islam sangat mulia. Tidak sedikit yang menyimpulkan kedudukan guru setingkat dibawah kedudukan nabi dan rasul.


Ungkapan dari sayyidina Ali, bahwa seorang 'alim (ulama') lebih utama dari orang yang ahli ibadah puasa dan seorang yang berjihad di jalan Allah, karena jika seorang alim meninggal maka Islam merasa kehilangan generasinya. Susungguhnya Islam berada di tangan seorang 'alim.


Dan sebagimana syai’r yang disya’iri oleh Syauki, sebagaimana dikutip oleh Al-Abrasyi, Berkata :


“berdirilah dan hormatilah guru dan berilah penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang rasul”


Sebagaimana dalam sya’ir diatas, seorang ulama’ yang sempurna (al-ulama al- rasyidin), yaitu seorang guru telah tercerahkan dan mampu mencerahkan muridnya, bukan semata-mata sebagai media pencari nafkah.


Kedudukan guru memanglah terhormat dan mulia apabila yang menduduki jabatan itu adalah orang yang tehomat dan mulia juga. Sebab kehormatan dan kemulian itu tidak hanya terkait secara struktural tetapi yang terpenting adalah secara substansial dan fungsional. Penghargaan islam tertinggi terhadap guru sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan penghargaan islam terhadap ilmu pengetahuan.


jadi guru yang memiliki kedudukan mulia adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan dan mampu memberdayakan siswa dengan ilmu yang dimilikinya. Karena itu, seorang menjadi mulia bukan semata-mata secara structural sebagai guru, melainkan secara substansial memang mulia dan secara fungsional mampu memerankan fungsi keguruannya, yaitu mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan anak bangsa.


Diterbitkan di: 07 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.