Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Fungsi pengelolaan pembelajaran

Fungsi pengelolaan pembelajaran

oleh: penulissuksesssss     Pengarang : rochmatun
ª
 
Mengelola pendidikan tidaklah mudah, sebab dalam
penyelenggaraan pendidikan di butuhkan suatu cara yang efektif dan efisien
agar aktifitas pendidikan dapat berjalan dengan baik dan benar.
Dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran, ada dua macam
kegiatan yang harus dilakukan oleh guru yaitu mengelola sumber belajar
dan melaksanakan peran sebagai sumber belajar itu sendiri.
Adapun fungsi pengelolaan pembelajaran disini ada 4 yaitu :
a. Merencanakan tujuan belajar.
b. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan
belajar.
c. Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi
siswa.
d. Mengawasi segala sesuatu, apa sudah berfungsi sebagaimana mestinya
atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.
Dan walaupun ke empat fungsi tersebut merupakan kegiatan terpisah
satu sama lain, namun mereka adalah suatu yang penting yang saling
berkaitan.
1. Perencanaan
Perencanaan adalah fungsi yang pokok dalam merancang suatu
lingkungan pendidikan yang memungkinkan terjadi kerja sama dalm
kelompk secara efektif dan efisien.
Definisi lain, perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang
ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu
dalam rangka mencapai tujuan yang di tentukan.
William H. Newman dalam bukunya Administrative Action
Technique of organization and management, mengemukakan bahwa
“perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan”. Perencanaan
mengandung rangkaian- rangkaian putusan yang luas dan penjelasanpenjelasan
dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan
metode- metode, prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan
jadwal sehari-hari.21
Philip H. Coombs, mengemukakan bahwa perencanaan adalah
suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan
pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien
dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakatnya.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan perencanaan adalah
keputusan yang diambil untuk melakukan tindakan selama waktu tertentu
(sesuai dengan jangka waktu perencanaan) agar penyelenggaraan system
pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien, serta menghasilakan lulusan
yang lebih bermutu, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Dalam konteks pembelajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai
penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan
pendekatan dan metode pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi
waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan.
Jadi perencanaan pembelajaran adalah merupakan suatu pola atau
rancangan program pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis
oleh guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hasil dari suatu perencanaan
pembelajaran adalah suatu pola tentang program pembelajaran yang akan
digunakan.
Namun dalam perencanaan mempunyai kesulitan yaitu yang
berhubungan dengan hal- hal berikut : memperkirakan tuntutan,
menentukan tujuan, menulis silabus kegiatan instruksional, menetapkan
urutan topik- topic yang harus dipelajari, mengalokasikan waktu yang
tersedia, dan menganggarkan sumber-sumber yang tersedia.
Fungsi perencanaan adalah sebagai berikut:
a. Memberi pemahaman yang lebih luas kepada Guru tentang tujuan
pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
b. Membuat guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan
pengajarannya terhadap pencapaian pendidikan.
c. Menambah keyakinan guru atas nilai- nilai pengajaran yang diberikan
dan prosedur yang digunakan.
d. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan- kebutuhan murid,
minat- minat murid, dan mendorong motivasi belajar.
e. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan eroe dalam mengajar
dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik.
f. Memberikan kesempatan bagi guru- guru untuk memajukan pribadinya
dan perkembangan profesionalnya.
g. Membantu guru memiliki perasaan percaya diri pada diri sendiri dan
jaminan atas diri sendiri.
Melalui fungsi perencanaan diatas, guru berusaha menjembatani
jurang antara dimana murid berada dan kemana mereka harus pergi. Dan
keputusan seperti ini menuntut kemampuan berfikir kreatif dan imajinatif,
serta meliputi sejumlah besar kegiatan yang pada hakikatnya tidak teratur
dan tidak berstruktur.
Diterbitkan di: 03 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.