Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian pengelolaan pembelajaran

Pengertian pengelolaan pembelajaran

oleh: penulissuksesssss     Pengarang : rochmatun
ª
 
Ditinjau dari segi etimologi, istilah pengelolaan berasal dari kata
“kelola ” dan kata kerjanya “mengelola ” atau mengelolakan. Mengelola
(kan) berarti mengurus, melakukan, penyelenggarakan.
Sedangkan ditinjau dari terminologi atau pengertiannya, Drs.
Winarno Hamiseno sebagaimana dikutip oleh Drs. Suharsimi Arikunto
menjelaskan Pengelolaan adalah Substansi dari mengelola.sedangkan
mengelola berarti suatu tindakan yang di mulai dari penyusunan data,
merencana, mengorganisasikan, melaksanakan sampai dengan pengawasan
dan penilaian. dijelaskan selanjutnya bahwa pengelolaan menghasilkan
sesuatu dan sesuatu itu dapat merupakan sumber penyempurnaan dan
peningkatan pengelolaan selanjutnya.
Tujuan yang diniatkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, baik
sifatnya intruksional maupun tujuan pengiring akan dapat dicapai secara
optimal apabila dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
menguntungkan bagi peserta didik.
Perlu disadari pula bahwa bekerja dalam dunia pendidikan
khususnya dalam kaitannya dengan pengelolaan, kita tidak bias bertindak
seperti seorang juru masak dengan resep buku masakan nya. suatu masalah
yang timbul mungkin dapat berhasil diatasi dengan cara tertentu pada saat
tertentu dan pada seorang atau sekelompok peserta didik tertentu. Akan
tetapi cara tersebut tidak dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang
sama, pada waktu berbeda, terhadap sekelompok peserta didik yang lain.
Dengan mengkaji konsep dasar pengelolaan dan mencobanya
dalam berbagai situasi kemudian dianalisis, akibatnya secara sistematis
diharapkan agar setiap guru akan dapat mengelola proses belajar mengajar
secara lebih baik.
Pengelolaan disini ada dua yaitu pengelolaan pembelajaran dan
pengelolaan kelas, yang mana keduanya ini adalah suatu kegiatan yang
sangat erat hubungannya namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain
karena disini mempunyai tujuan yang berbeda. Kalau pembelajaran
mencakup semua kegiatan yang secara langsung dimaksudkan untuk
mencapai tujuan- tujuan pembelajaran (menentukan peserta didik,
menyusun rencana pembelajaran, menentukan media dan strategi kemudian
menganalisis hasil belajar mengajar). Maka pengelolaan kelas menunjuk
kepada kegiatan- kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi
yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan “raport”,
penghentian tingkah laku peserta didik yang menyelewengkan perhatian di
kelas dan sebagainya). Dengan perkatan lain, di dalam proses belajar
mengajar di sekolah dapat di bedakan adanya dua kelompok masalah yaitu
masalah dalam pembelajaran dan masalah pengelolaan kelas.
Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara
guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada
baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat,
bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun
potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber
belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu.
Menurut Degeng pembelajaran adalah upaya untuk
membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam
pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan
mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang
diinginkan. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat
perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk
membelajarkan siswa.
Sering terjadi dalam suatu peristiwa mengajar dan belajar, antara
guru dan siswa tidak berhubungan. Guru asyik menjelaskan materi
pelajaran di depan kelas.dalam suatu proses pembelajaran selamanya memanfaatkan segala potensi
yang dimiliki untuk keberhasilan belajar.
Sementara di bangku siswa juga asyik dengan kegiatan nya
sendiri, melamun, ngobrol bahkan juga mengantuk. Dalam peristiwa
semacam ini tidak terjadi proses pembelajaran, karena dua komponen
penting dalam system pembelajaran tidak terjadi kerja sama.
Dalam suatu peristiwa belajar dan mengajar dikatakan terjadi
suatu pembelajaran, manakala guru dan siswa secara sadar bersama-sama
mengarah pada tujuan yang sama. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa
Diterbitkan di: 03 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian pengelolaan itu bukunya judulnya apa min??lengkap ma pnerbit tahun kota ma tahunnya ea,, Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. rahmat

    rahmatfaizil@ymail.com

    bisakah anda mengirim beberapa referensi tentang hal diatas?

    0 Nilai 11 Mei 2012
X

.