Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Pengembangan Bidang Kerjasama

Pengertian Pengembangan Bidang Kerjasama

oleh: penulissuksesssss     Pengarang : alibatun
ª
 
Pengembangan di artikan perbuatan mengembangkan, membuka atau
memekarkan. Sedangkan menurut Hendayat Soetopo pengembangan adalah
kegiatan yang menghasilkan suatu alat atau cara yang baru, dimana selama
kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara
tersebut terus dilakukan.
Kerjasama adalah awal dari segala upaya yang di organisasikan.
Kerjasama merupakan suatu strategi yang dilalakukan secara terpadu yang di
arahkan kepada suatu target atau tujuan tertentu.
Sedangkan Kerjasama menurut Ira. M. Lapidus adalah perbuatan
bantu-membantu atau yang dilakukan bersama-sama.
Jadi Pengembangan Bidang Kerjasama dapat dipahami sebagai kerja
yang membutuhkan dua orang atau lebih, artinya kerjasama akan ada kalau
ada minimal dua orang/pihak yang melakukan kesepakatan. Oleh karena itu,
sukses tidaknya kerjasama tersebut ditentukan oleh peran dari kedua orang
atau kedua pihak yang bekerja sama tersebut .
Dalam rangka optimalisasi dari seluruh sarana dan prasarana didalam
institusi sekolah menengah kejuruan,dan untuk memudahkan kerjasama
kemitraan maka perlu diberikan lingkup kegiatan yang memungkinkan kedua
kedua belah pihak bisa melakukan implementasi kegiatan,maka jenis program
yang akan dilakukan sebagai berikut:
1. Program pemagangan
2. Program pelatihan
3. Program produksi(produk inovatif)
4. Program penyaluran lulusan
5. Bantuan program peningkatan pembelajaran
Pola kerjasama program pemagangan/PKL
Kombinasi pembelajaran teori diruang kelas dan perpustakaan dan
pembelajaran praktek di lab dirancang sedemikian rupa dalam rangka
menghasilkan lulusan dengan tingkat mutu tertentu yang siap memasuki
dunia kerja. Keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya di ukur dari segi
mutunya saja melainkan juga dari segi relevansinya. Hubungan mutu dan
relevansi ibarat dua sisi dari satu keping mata uang. Mutu lulusan
pendidikan vokasi dianggap relevan oleh para pengguna lulusan,yang
dalam hal ini adalah sektor dunia usaha dan dunia industri (DUDI) apabila
apa yang mereka dapatkan sama dengan atau lebih besar dari yang mereka
harapkan.kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, dimana DUDI menilai
bahwa lulusan pendidikan vokasi belum siap kerja, banyak pre–rekruit
menghadapi dilema dimana banyak pelamar yang memiliki potensi tinggi
harus direlakan untuk tidak diseleksi lebih lanjut karena tidak memiliki
pengalaman kerja yang relevan sebagaimana seringkali diminta pada
iklan-iklan lowongan kerja. Sekarang dan kedepan,para penyedia kerja
mengharapkan dari pada lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan dari
bidang studi atau keahlianya saja, tetapi juga kemampuan adaptasi
terhadap lingkungan kerja baru dimana mereka bergabung. Membawa
ketrampilan-ketrampilan komunikasi yang luar biasa
Diterbitkan di: 02 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.