Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kemampuan Siswa

Pengertian Kemampuan Siswa

oleh: penulissuksesssss     Pengarang : whanlaba
ª
 
Kemampuan berasal dari kata mampu yang menurut kamus bahasa
Indonesia mampu adalah sanggup. Jadi kemampuan adalah sebagai
keterampilan (skiil) yang dimiliki seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu
soal matematika. Hal ini berarti bila seseorang terampil dengan benar
menyelesaikan suatu soal matematika maka orang tersebut memiliki
kemampuan dalam menyelesaikan soal.
Dalam penelitian ini, kemampuan siswa didefinisikan sebagai
kesanggupan siswa dalam menyelesaikan soal teorema Pythagoras dan unsurunsur
bangun ruang serta kesanggupan siswa dalam menghitung panjang
diagonal ruang pada bangun kubus atau balok.
Polya mengatakan “pemecahan masalah” sebagai usaha mencari jalan
keluar dari suatu kesulitan, mencapai tujuan yang tidak dengan segera dapat
dicapai.5 Sedangkan Krulik, Stephen dan Rudnick mendefinisikan
penyelesaian masalah sebagai suatu cara yang dilakukan seseorang dengan
menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman untuk memenuhi
tuntutan dari siswa yang tidak rutin.
Soal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pertanyaanpertanyaan
yang mempergunakan konsep- konsep dasar yang telah dketahui
untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan keterampilan kognitif.
Menurut taksonomi bloom, soal-soal evaluasi (termasuk evaluasi
matematika) terdiri dari 6 aspek kemampuan kognitif yaitu:
1) Ingatan (C1)
Yaitu pengetahuan terhadap fakta, konsep, definisi, nama, peristiwa,
tahun, daftar, rumus, teori dan kesimpulan. Jadi siswa disuruh untuk
mengingat kembali satu atau lebih fakta-fakta sederhana yang dialami oleh
siswa. Soal ingatan adalah pertanyaan yang jawabannya dapat dicari
dengan mudah pada buku atau catatan. Pertanyaan ingatan biasanya
dimulai dengan kata-kata mendeskripsikan, mengidentifikasikan,
menjodohkan, menyebutkan dan menyatakan. Tes yang paling banyak
dipakai untuk mengungkapkan aspek pengetahuan adalah tipe melengkapi,
tipe isian dan tipe benar salah.
2) Pemahaman (C2)
Yaitu pengertian terhadap hubungan antar faktor-faktor , antar konsep dan
antar data, hubungan sebab akibat, dan penarikan kesimpulan. Jadi siswa
diminta untuk membuktikan dan memahami hubungan yang sederhana
diantara fakta-fakta / konsep. Pada jenjang ini siswa diharapkan tidak
hanya mengetahui, mengingat tetapi juga harus mengerti. Memahami
berarti mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai
segi dengan kata lain siswa dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat
memberikan penjelasan yang lebih rinci dengan menggunakan katakatanya
sendiri
3) Penerapan atau aplikasi (C3)
Yaitu menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah dan
menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi siswa dituntut
memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstraksi
tertentu (konsep, dalil, aturan, gagasan, cara) secara tepat dan benar untuk
diterapkan kedalam suatu situasi baru. Sementara itu menurut Arikunto
soal aplikasi adalah soal yang mengukur kemampuan siswa dalam
mengaplikasikan (menerapkan) pengetahuannya untuk memecahkan
masalah sehari-hari atau persoalan yang dikarang sendiri oleh penyusun
soal dan bukan keterangan yang terdapat dalam pelajaran yang dicatat.
Bloom membedakan delapan tipe aplikasi dalam rangka menyusun
item tes tentang aplikasi yaitu:
a. Dapat menetapkan prinsip atau generalisasi yang sesuai untuk situasi
baru yang dihadapi.
b. Dapat menyusun kembali masalahnya sehingga dapat menetapkan
prinsip atau generalisasi mana yang sesuai.
c. Dapat memberikan spesifikasi batas-batas relevansi suatu prinsip atau
generalisasi.
d. Dapat mengenali hal-hal khusus yang terpampang dari prinsip dan
generalisasi.
e. Dapat menjelaskan suatu gejala baru berdasarkan prinsip dan
generalisasi tertentu.
f. Dapat meramalkan sesuatu yang akan terjadi berdasarkan prinsip dan
generalisasi tertentu.
g. Dapat menentukan tindakan atau keputusan tertentu dalam
menghadapi situasi baru dengan menggunakan prinsip dan generalisasi
yang relevan.
h. Dapat menjelaskan alasan menggunakan prinsip dan generalisasi bagi
situasi baru yang dihadapi.
Diterbitkan di: 30 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.