Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Model Pembelajaran Problem Based Learning(PBL)

Model Pembelajaran Problem Based Learning(PBL)

oleh: yusfy27     Pengarang : ghyt
ª
 

Model pembelajaran Problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang terpusat pada siswa atau student centered. PBL adalah model pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelunya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme, dalam model PBL fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep­konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Proses pembelajaran dengan pendekatan kontruktivis lebih menekankan pada aktivitas siswa dan menjadikan siswa lebih banyak berinteraksi dengan objek dan peristiwa, sehingga siswa memperoleh pemahaman, peran guru hanya sebagai fasilitator bukan pentransfer pengetahuan. Teori kontruktivisme ini sendiri lahir dari gagasan Piaget dan Vygotsky yang dengan sederhana beranggapan bahwa pengetahuan itu merupakan hasil konstruksi (bentukan) kognitif melalui kegiatan seseorang.

Konstruktivisme sebagai salah satu paradigma dalam teori belajar telah banyak mempengaruhi pembelajaran fisika, terutama pada pendekatan mengajar yang disampaikan guru serta fungsi dan peran guru dalam proses pembelajaran fisika.

Pada dasarnya masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Dalam konteks pembelajaran fisika masalah dipandang sebagai suatu kondisi yang sengaja diciptakan agar siswa dituntut untuk menyelesaikan persoalan­persoalan fisika yang belum pernah dikerjakan sebelumnya dan juga siswa belum memahami cara pemecahannya. Artinya persoalan itu masih baru bagi siswa meskipun proses atau pengetahuan yang sudah dimilikinya dapat

digunakan sebagai pengalaman untuk memecahkannya.

Ada beberapa definisi tentang PBL, salah satunya Problem­Based Learning (PBL) is an instructional approach where students are confronted with simulated, real­world problems, and is frequently advanced as a powerful and engaging learning strategy that leads to sustained and transferable learning.

Pendekatan Problem Based Learning adalah sebuah pendekatan dimana siswa dihadapkan pada masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari­hari yang dikonfrontasikan melalui simulasi­simulasi.

Dari beberapa uraian mengenai pengertian Problem Based Learning, dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu pendekatan, metode maupun strategi yang menghadapkan siswa kepada permasalahan yang nyata. Ciri utama dari Problem Based Learning adalah disuguhkannya masalah yang real dan siswa diorganisasikan ke dalam kelompok.

Dari masalah yang disuguhkan di awal pembelajaran diharapkan siswa dapat menemukan inti permasalahan dan berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut dengan atau tanpa bimbingan dari guru.

Dalam model pembelajaran problem based learning (PBL) masalah siswa mengalami suatu proses belajar dengan memecahkan masalah secara aktif melalui tahap­tahap yang tersruktur, dan pada akhir pelajaran siswa diharapkan menghasilkan suatu produk tertentu.

Melalui pembelajaran ini akan dihasilkan generasi yang berbudi luhur bukan generasi individualis, karena siswa akan melakukan interaksi dengan siswa lain, guru dan lingkungan di sekitar siswa belajar. Dengan pembelajaran berbasis masalah siswa akan berbagi dengan siswa lain, selain berlatih keterampilan berpikir juga akan berlatih keterampilan sosial . Pengajaran berbasis masalah dicirikan oleh siswa bekerja sama satu sama lain Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas­tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir. Pembelajaran berbasis masalah dalam penelitian ini, siswa mengerjakan tugas dalam proyek maupun resitasi secara kelompok. Mereka bekerja melakukan perencanaan, percobaan­percobaan dan diskusi kelompok dan bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas­tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri hingga menghasilkan suatu produk

Diterbitkan di: 25 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.