Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian kompetensi pedagogik

Pengertian kompetensi pedagogik

oleh: BintuNahel     Pengarang : fatahmahfu
ª
 
Pedagogik adalah teori mendidik yang mempersoalkan apa dan
bagaimana mendidik sebaik-baiknya. Sedangkan menurut pengertian
Yunani, pedagogik adalah ilmu menuntun anak yang membicarakan masalah
atau persoalan-persoalan dalam pendidikan dan kegiatan-kegiatan mendidik,
antara lain seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, cara melaksanakan
pendidikan, anak didik, pendidik dan sebagainya. Oleh sebab itu pedagogik
dipandang sebagai suatu proses atau aktifitas yang bertujuan agar tingkah laku
manusia mengalami perubahan.
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen dijelaskan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kemampuan
seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran yang berhubungan
dengan peserta didik, meliputi pemahaman wawasan atau landasan
kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum
atau silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang
mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang dimilikinya.
Kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan guru dalam
pengelolaan pembelajaran peserta didik, menurut E. Mulyasa sekurangkurangnya
meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Pemahaman wawasan dan landasan kependidikan
Guru sebagai tenaga pendidik yang sekaligus memiliki peran
penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negara ini,
terlebih dahulu harus mengetahui dan memahami wawasan dan landasan
kependidikan sebagai pengetahuan dasar. Pengetahuan awal tentang
wawasan dan landasan kependidikan ini dapat diperoleh ketika guru
mengambil pendidikan keguruan di perguruan tinggi.
b. Pemahaman terhadap peserta didik
Peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari
seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan.
Tujuan guru mengenal siswa-siswanya adalah agar guru dapat membantu
pertumbuhan dan perkembangannya secara efektif, menentukan materi
yang akan diberikan, menggunakan prosedur mengajar yang serasi,
mengadakan diagnosis atas kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, dan
kegiatan-kegiatan guru lainnya yang berkaitan dengan individu siswa.
Dalam memahami siswa, guru perlu memberikan perhatian khusus pada
perbedaan individual anak didik, antara lain:
i. Tingkat kecerdasan
Kecerdasan seseorang terdiri dari beberapa tingkat yaitu : golongan
terendah adalah mereka yang IQ-nya antara 0-50 dan di katakan idiot.
Golongan kedua adalah mereka yang ber-IQ antara 50- 70 yang
dikenal dengan golongan moron yaitu keterbatasan mental. Golongan
ketiga yaitu mereka yang ber-IQ antara 70-90 disebut sebagai anak
lambat atau bodoh. Golongan menengah merupakan bagian yang besar
jumlahnya yaitu golongan yang ber-IQ 90-110. Mereka bisa belajar
secara normal. Sedangkan yang ber IQ 140 ke atas disebut genius,
mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya.
ii. Kreativitas
Setiap orang memiliki perbedaan dalam kreativitas baik inter maupun
intra individu. Orang yang mampu menciptakan sesuatu yang baru
disebut dengan orang kreatif. Kreativitas erat hubungannya dengan
intelegensi dan kepribadian. Seseorang yang kreatif pada umumnya
memiliki intelegensi yang cukup tinggi dan suka hal-hal yang baru.
iii. Kondisi fisik
Kondisi fisik berkaitan dengan penglihatan, pendengaran, kemampuan
berbicara, pincang (kaki), dan lumpuh karena kerusakan otak. Guru
harus memberikan layanan yang berbeda terhadap peserta didik yang
memiliki kelainan seperti diatas dalam rangka membantu
perkembangan pribadi mereka. Misalnya dalam hal jenis media yang
digunakan, membantu dan mengatur posisi duduk dan lain
sebagainya
iv. Perkembangan kognitif
Pertumbuhan dan perkembangan dapat diklasifikasikan atas kognitif,
psikologis dan fisik. Pertumbuhan dan perkembangan berhubungan
dengan perubahan struktur dan fungsi karakteristik manusia.
Perubahan tersebut terjadi dalam kemajuan yang mantap dan
merupakan proses kematangan. Perubahan ini merupakan hasil
interaksi dari potensi bawaan dan lingkungan.
c. Pengembangan kurikulum/silabus
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai
pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.28 Sedangkan silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturan
untuk membantu mengembangkan seluruh potensi yang meliputi
kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan moral agama.29 Dalam
proses belajar mengajar, kemampuan guru dalam mengembangkan
kurikulum/silabus sesuai dengan kebutuhan peserta didik sangat penting,
agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
Diterbitkan di: 23 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sumbernya dari mana Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.