Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Karakteristik dan Prinsip –prinsip PTK

Karakteristik dan Prinsip –prinsip PTK

oleh: yusfy0527     Pengarang : Sugiharti
ª
 

Karakteristik PTK

Berdasarkan pengertian dan manfaat PTK dari berbagai sumber bacaan, dapat diidentifikasikan beberapa karakteristik. Pertama, PTK bersifat situasional dan praktis, berarti PTK berkaitan langsung dengan permasalahan konkret yang dihadapi guru di kelas. Kedua, PTK bersifat kontekstual, berarti PTK tidak lepas dari konteks budaya, sosial politik, ekonomi dimana pembelajaran berlangsung. Ketiga, PTK bersifat kolaboratif, berarti perencanaan dan pelaksanaan PTK menekankan partisipasi guru dan siswa. Keempat, PTK bersifat reflektif dan evaluatif, berarti pelaku tindakan dalam PTK melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap perubahan yang dilakukan melalui tindakannya. Kelima, PTK bersifat fleksibel, berarti dalam melaksanakan PTK perlu keluwesan tanpa melanggar metodologi ilmiah.

Prinsip –prinsip PTK

Menurut Hopkin (1993:57-61) dalam Tim Peneliti PGSD (1999:12-14), ada 6 prinsip PTK yang harus diperhatikan. Pertama, PTK tidak berdampak mengganggu komitmen guru sebagai pengajar. Jadi ketika guru mencoba suatu tindakan perbaikan dalam pembelajaran, harus menggunakan pertimbangan dan tanggung jawab profesional untuk memberikan yang terbaik kepada siswanya dengan mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Kedua, pelaksanaan PTK khususnya dalam pengumpulan data, tidak menuntut waktu berlebihan dari guru sehingga mengganggu proses pembelajaran. Jadi sementara melaksanakan PTK, guru tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas mengajar secara penuh. Untuk itu perlu dikembangkan teknik perekaman data yang cukup sederhana tetapi menghasilkan informasi yang cukup signifikan dan dapat dipercaya. Ketiga, metodologi yang digunakan dalam PTK harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasikan serta merumuskan hipotesis tindakan secara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan dikelasnya, dan memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakan. Keempat, masalah PTK merupakan masalah nyata yang dihadapi guru, yang cukup merisaukan guru untuk diatasi melalui tindakan perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab profesionalnya. Jadi guru melakukan PTK didorong oleh motivasi profesional sehubungan dengan tugasnya membelajarkan siswa. Kelima, dalam melaksanakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten, menaruh keperdulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan penelitiannya. Jadi prakarsa untuk melaksanakan PTK harus diketahui kepala sekolah, disosialisasikan kepada rekan guru lain, dan dilakukan serta dilaporkan sesuai dengan kaidah karya ilmiah. Keenam, pelaksanaan PTK sedapat mungkin menggunakan “classroom exceeding perspective” yaitu PTK tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan/atau mata pelajaran tertentu saja, melainkan dalam perspektif yang lebih luas berkaitan dengan misi sekolah secara keseluruhan.

Diterbitkan di: 21 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.