Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Auditory (A)

oleh: BintuNahel     Pengarang : aministich
ª
 
Auditory merupakan pemanfaatan media suara (audio). Belajar
auditory berarti belajar dengan menggunakan pendengaran. Dalam
lingkup siswa belajar auditory ini sesuai bagi siswa yang mempunyai tipe
gaya belajar auditory. DePorter mengemukakan bahwa pelajar auditory
belajar melalui apa yang mereka dengar, auditory mengakses segala bunyi
dari kata yang diciptakan maupun yang diingat.
Menurut Meier beberapa gagasan-gagasan awal untuk
meningkatkan penggunaan sarana auditory dalam belajar antara lain:
1) Ajaklah pelajar membaca keras-keras dari buku panduan dan
layanan computer
2) Ajaklah pembelajar membaca satu paragraf, lalu mintalah mereka
menguraikan dengan kata-kata sendiri setiap paragraf dalam kaset,
lalu mintalah mereka mendengarkan kaset itu beberapa kali supaya
mereka terus ingat
3) Mintalah pembelajar membuat rekaman sendiri yang beri kata-kata
kunci, proses, definisi atau prosedur dari apa yang telah dibaca
4) Ceritakanlah kisah-kisah yang mengandug materi pembelajaran
yang terkandung dalam buku yang dibaca mereka
5) Mintalah pembelajar berpasang-pasangan membicangkan secara
terperinci apa yang baru saja mereka pelajari dan bagaimana
menerapkannya
6) Mintalah pembelajar mempraktikan suatu ketrampilan atau
memeragakan suatu fungsi sambil mengucapkan
7) Mintalah para pembelajar berkelompok dan berbicara nonstop saat
sedang menyusun pemecahan masalah baru atau membuat rencana
jangka panjang.
Berdasarkan uraian di atas, penggunaan sarana auditory dalam
kelas dapat dilakukan dengan cara meminta siswa mendengarkan hal-hal
yang terkait dengan materi pelajaran, mendiskusikan topik yang sedang
dipelajari secara berkelompok, mempresentasikan hasilnya di depan kelas
dan menyimak presentasi.
Dalam pembelajaran matematika, sebagian anak sangat kuat
mengingat suatu rumus matematika dengan cara menonjolkan kemampuan
pendengarannya. Indra pendengaran peka dengan suara. Oleh karena itu,
ketika menyampaikan inti dari suatu materi matematika guru harus
menggunakan penekanan suara yang tidak seperti biasa. Misalnya dengan
nada yang lebih tinggi dari biasanya. Akan tetapi, tidak harus dengan
suara yang tinggi, melainkan dengan suara yang bisa membuat perhatian
siswa tertuju kepada sumber suara.
Peneliti mencoba memanfaatkan kemampuan auditory siswa
dengan cara menunjuk perwakilan dalam kelompok untuk
mempresentasikan laporan kegiatan yang sudah diselesaikan. Misalnya
dalam proses pembelajaran materi bangun ruang, siswa harus bisa
menyampaikan hasil kegiatannya dalam mengidentifikasi unsur-unsur
dalam bangun ruang. Hal yang demikian ini diharapkan siswa yang
memiliki kecenderungan pendengaran yang baik akan lebih banyak
menerima informasi dari teman-temmannya, sehingga siswa tersebut
mendapatkan hasil belajar yang lebih baik
Diterbitkan di: 21 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.