Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proses Pembelajaran matematika realistik (PMR)

Proses Pembelajaran matematika realistik (PMR)

oleh: BintuNahel     Pengarang : siti uswatun
ª
 
Langkah-langkah dalam proses Pembelajaran matematika realistik (PMR)
menurut amin adalah:
1. Mengkondisikan siswa
Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengkondisikan siswa untuk
belajar. Pada langkah ini guru menyampaikan indikator pembelajaran yang
akan dicapai, memotivasi siswa dan mempersiapkan kelengkapan belajar atau
alat peraga yang diperlukan dalam pembelajaran.
2. Mengajukan masalah kontekstual
Guru memulai pembelajaran dengan mengajukan masalah kontekstual.
Masalah kontekstual tersebut diberikan kepada siswa untuk dipahami yang
nantinya siswa diharapkan dapat menemukan strategi informal untuk
menyelesaikanya. Selain itu masalah kontekstual tersebut untuk memicu
terjadinya penemuan kembali matematika oleh siswa. Masalah kontekstual
yang diajukan oleh guru hendaknya mempunyai lebih dari satu jawaban, yang
mungkin masalah tersebut juga memberi peluang untuk memunculkan
berbagai strategi penyelesaian masalah. Karakteristik PMR yang tergolong
langkah ini adalah karakter I yaitu menggunakan masalah kontekstual.
3. Membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual
Siswa secara individu atau kelompok menyelesaikan masalah realitik
dengan cara mereka sendiri. Perbedaan dalam menyelesaikan masalah tidak
dipermasalahkan. Dengan menggunakan LKS mengerjakan soal. Guru
memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri
dengan memberikan pertanyaan, petunjuk dan saran. Semua prinsip yang
tergolong dalam langkah ini adalah penemuan kembali yang terbimbing dan
mematisasi progresif, fenomena yang bersifat mendidik dan mengembangkan
model sendiri. Sedangkan karakteristik PMR yang tergolong dalam langkah
ini adalah karakteristik II yaitu menggunakan model.
4. Meminta siswa menyajikan penyelesaian
Siswa secara individu atau kelompok menyelesaikan masalah
kontekstual yang diajukan oleh guru dengan cara mereka sendiri. Cara
menyelesaikan masalah antara siswa satu dengan yang lain diharap tidak sama
karena jawaban berbeda lebih diutamakan. Guru memotivasi siswa untuk
menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri dengan cara memberikan
pertanyaan penuntun untuk mengarahkan siswa menyelesaikan soal.
Misalnya: “bagaimana kamu tahu? ”, ”bagaimana kamu mengetahuinya?”,
“mengapa kamu berpikir demikian?”. Pada tahap ini siswa dibimbing untuk
melakukan penemuan kembali ide atau konsep atau definisi matematika. Di
samping itu pada tahap ini siswa juga diarahkan untuk membentuk dan
menggunakan model sendiri untuk memudahkan menyelesaikan masalah.
Guru diharapkan tidak memberi tahu penyelesaiannya sendiri. Karakteristik
yang muncul pada langkah ini adalah karakteristik II dan III yaitu
menggunakan model dan kontribusi siswa.
5. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
Guru menyediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk
membandingkan dan mendiskusikan pada diskusi kelas. Pada tahap ini siswa
dituntut untuk lebih berani menyampaikan pendapatnya meskipun pendapat
tersebut berbeda dengan lainnya. Karakteristik yang muncul pada langkah ini
adalah karakteristik III dan IV yaitu kontribusi siswa dan interaktifitas.
6. Menyimpulkan
Berdasarkan hasil diskusi kelas, guru mengarahkan dan member
kesempatan pada siswa untuk menarik kesimpulan suatu konsep atau prosedur
yang terkait dengan masalah realistik yang diselesaikan. Karakteristik yang
muncul pada langkah ini adalah karakteristik adanya interaksi antar siswa dan
guru.
Diterbitkan di: 19 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.