Sebelum kita masuk
kepada konsep dan sistem pendidikan Islam menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung
kita perlu mengetahui pengertian dari pada konsep pendidikan baik pengertian
secara umum tentang pendidikan ataupun pengertian secara khusus tentang
pendidikan Islam. Pendidikan secara umum menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung dalam karyanya Asas-asas Pendidikan Islam
istilah education, dalam Bahasa Inggris yang berasal dari bahasa latin ‘educere’
berarti memasukkan sesuatu, barangkali bermaksud memasukkan ilmu ke kepala
seseorang, kalaulah ilmu itu memang masuk di kepala.5 Ini sebagai salah satu sumber beliau dalam
memahami pendidikan, walaupun nanti ada perbandingan dari bahasa lain.
Dalam bahasa Arab
ada beberapa istilah yang biasa dipergunakan dalam pengertian pendidikan. Dalam
masalah ini ada tiga kata yang sering digunakan oleh para pakar pendidikan,
yaitu ta’aliim, tarbiyah dan ta’dib. Biasa dipergunakannya ta’lim
sesuai dengan firman Allah SWT, yang berbunyi :
Wa ‘allama aadamal asmaai kullahaa
tsumma ‘arhadlahum ‘alal malaaikati faqaala ambiuunii bi asmaai haaulaai
inkuntum shaadiqiina.
(Q.S. Al Baqarah : 31).
Artinya: “Dan Allah mengajarkan kepada
Adam segala nama, kemudian ia berkata kepada malaikat berituhulah Aku nama-nama
semua itu jika kamu benar.” (Q.S. Al Baqarah : 31).
Juga kata tarbiyah
dipergunakan untuk pendidikan. Seperti firman Allah dalam surat Asra’ yang
berbunyi :
...Rabbir hamhumaa kamaa rabbayaanii
shaghiraa. (Q.S. Bani
Israil : 24).
Artinya: “... Hai Tuhanku, sayangilah
keduanya sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil.” (Q.S. Bani Israil : 24).
Di samping itu
kata ta’dib dipergunakan, seperti sebuah hadits Rasulullah saw. Yang berbunyi :
AddabaniiRabbi fa ahsana ta’diibii. (Al Hadits)
Artinya: “Allah mendidikku, maka ia
memberikan kepadaku sebaik-baik pendidikan.” (Al Hadits).6
Ketiga kata atau
istilah tersebut banyak digunakan oleh praktisi akademisi ataupun kalangan
pemikir pendidikan untuk memberikan pengertian pendidikan. Walaupun ketiga
istilah itu bisa digunakan dengan pengertian sama, namun ada beberapa ahli (Al
Attas, 1980) berpendapat bahwa ta’alim hanya berarti pengajaran, jadi
lebih sempit dari pendidikan. Dengan kata lain ta’alim hanyalah sebagian
dari pendidikan. Sedangkan kata tarbiyah yang lebih luas digunakan
sekarang di negara-negara Arab, terlalu luas. Sebab kata tarbiyah juga
digunakan untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan dengan pengertian memelihara atau
membela, menternak dan lain-lain lagi. Sedang pendidikan yang diambil dari education
itu hanya untuk manusia saja.7 Demikian
dua kata yang menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung memiliki kekurangan dari segi
pengertian dasarnya jika dihubungan dengan pendidikan untuk manusia.
Jadi ta’dib kata
Al Attas lebih tepat, karena tidak terlalu sempit sekedar mengajar saja, dan
tidak meliputi makhluk-makhluk lain selain dari manusia. Jadi ta’dib
sudah meliputi kata ta’lim dan tarbiyah. Selain daripada itu kata ta’dib itu
erat hubungannya dengan kondisi ilmu dalam Islam termasuk dalam sisi
pendidikan.8 Ini sebagian kajian mendalam mengenai
perbedaan daripada masing-masing kata yang mempunyai kedekatan makna.