Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kurikulum Humanistik

oleh: rajayangsangatsukses     Pengarang : puspita
ª
 
Kurikulum Humanistik yang digagas oleh John Dewey (Progressive
Education) dan J.J Roussea (Romantic Education). Aliran ini lebih memberikan
tempat utama kepada siswa. Sebab mereka berasumsi bahwa siswa adalah yang
utama dalam pendidikan. Siswa menurut mereka memiliki potensi, punya
kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang.
Menurut Mc Neil “The new humanists are self actualizes who see
curriculum as liberating process that can meet the need for growth and personal
integrity.”8 Tugas guru hanya menciptakan situasi yang permisif dan mendorong
siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri.
Tujuan pembelajaran ini adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan
mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan . Sebab pendidikan
menurut aliran Naturalisme dan Romantisme merupakan upaya untuk
menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. Pendidikan
diibaratkan petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur, air dan udara
yang cukup, terhindar dari berbagai hama, untuk tumbuhnya tanaman yang penuh
berbagai potensi. Sebab dalam pendidikan tidak ada pemaksaan, yang ada hanya
dorongan dan rangsangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . .
Diterbitkan di: 17 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.