Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Fungsi kurikulum bagi guru, kepala sekolah dan siswa

Fungsi kurikulum bagi guru, kepala sekolah dan siswa

oleh: rajayangsangatsukses     Pengarang : puspita
ª
 
Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses
pembelajaran. Pembelajaran yang tidak berpedoman pada kurikulum akan berakibat
kurang efektif, sebab pembelajaran adalah proses yang bertujuan, sehingga segala
sesuatu yang dilakukan guru dan siswa untuk mencapai tujuan. Sedangkan tujuan
pembelajaran beserta bagaimana cara strategi yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan merupakan komponen penting dalam sistem kurikulum.
Bagi Kepala Sekolah, kurikulum berfungsi untuk menyusun perencanaan
dan program belajar. Dengan demikian, penyusunan kalender sekolah, pengajuan
sarana dan prasarana sekolah. Menyusun berbagai kegiatan ekstrakulikuler dan
kegiatan – kegiatan lain.
Bagi pengawas, kurikulum akan berfungsi sebagai panduan dalam
melaksanakan supervise. Dengan demikian, dalam proses pengawasan para pengawas
akan dapat menentukan apakah program sekolah dan proses pembelajaran yang
dilakukan guru apakah sudah sesuai dengan kurikulum, sehingga pengawas bisa
memberikan saran.
Bagi siswa, kurikulum sebagai pedoman belajar, melalui kurikulum siswa
akan memahami apa yang harus dicapai, isi atau bahan pelajaran apa yang harus
dikuasi, dan pelajaran apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Diantaranya:
 Fungsi penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
Kurikulum harus dapat mengantar siswa agar mampu menyesuaikan diri dengan
kehidupan social masyarakat. Sebab masyarakat selalu bersifat dinamis dan selalu
berubah sesuai zaman maka, siswa harus bisa beradaptasi dalam kehidupan
masyarakat.
 Fungsi integrasi (the integrating function)
Kurikulum harus dapat mengembangkan pribadi siswa secara utuh. Kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotorik harus berkembang secara terintegrasi.
 Fungsi diferensiasi (the differentiation function)
Kurikulum harus dapat melayani setiap siswa dengan segala keunikannya. Unik
disini maksudnya siswa memiliki perbedaan, baik dari segi minat, bakat, maupun
perbedaan kemampuan. Walaupun ada kesamaan fisik pastilah berbeda dari factor
psikologi.
 Fungsi persiapan (the preparation function )
Kurikulum harus dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak untuk
melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, maupun untuk kehidupan
dimasyarakat.
 Fungsi pemilihan (the selective function)
Kurikulum memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk belajar sesuai
dengan bakat dan minatnya. Kuirkulum harus bersifat fleksibel, artinya
menyediakan berbagai pilihan program pendidikan yang dapat dipelajari.
 Fungsi diagnostik (the diagnostic function)
Kurikulum berperan untuk menemukan kesulitan – kesulitan dan kelemahan yang
dimiliki siswa, disamping mengeksplorasi berbagai kekuatan yang dimiliki siswa,
sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Diterbitkan di: 17 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. mebel-ukirjepara

    bagus

    bagus sekali isinya tapi kalau ditambah lagi amalh lebih bagus....

    0 Nilai 26 Maret 2013
X

.