Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kurikulum menurut para ahli

Pengertian Kurikulum menurut para ahli

oleh: rajayangsangatsukses     Pengarang : puspita
ª
 
Para ahli pendidikan memiliki penafsiran yang berbeda tentang kurikulum.
Namun demikian, dalam penafsiran yang berbeda itu, ada juga kesamaannya.
Kesamaannya adalah; kurikulum berkaitan erat dengan usaha mengembangkan
peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dari penelusuran beberapa konsep tersebut, pada dasarnya kurikulum
memiliki tiga dimensi pengertian, yakni: pertama, kurikulum sebagai mata pelajar.
Kedua, Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Ketiga, kurikulum sebagai
perencanaan program pembelajaran.
Kurikulum sebagai mata pelajaran memiliki pengertian, bahwa sejumlah
matapelajaran yang harus ditempuh peserta didik. Dalam konsep ini kurikulum erat
kaitannya dengan usaha memperoleh ijazah. Maksudnya apabila siswa telah berhasil
mendapatkan ijazah berarti ia telah mampu menguasai pelajaran sesuai kurikulum
yang berlaku.dengan demikian, pandangan kurikulum berorientasi pada isi atau
materi pelajaran. Konsep ini merupakan sebuah konsep yang tradisional, meskipun
saat ini masih banyak dianut dalam dunia pendidikan.
Ketiga, Kurikulum sebagai pengalaman belajar, berawal dari tuntutan baru
mayarakat terhadap sekolah agar lulusan sebuah lembaga pendidikan / sekolah tidak
hanya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, akan tetapi juga dituntut
untuk dapat mengembangkan minat dan bakat, membentuk moral dan kepribadian,
bahkan dituntut agar anak dapat menguasai berbagai macam ketrampilan untuk
memenuhi kebutuhan dunia pekerjaan. Maka muncullah istilah kurikulum sebagai
pengalaman belajar yang dikejawentahkan dalam eksra kurikuler ataupun intra
kurikuler, bahkan tak terbatas hanya itu apapun yang dilakukan siswa asalkan masih
dalam pengawasan guru termasuk di dalam kurikulum. Konsep ini didukung pendapat
beberapa ahli :
“… all of experiences children have under the guidance of teacher”. (Hollis L.
caswell dan Campbell/1935). Demikian juga menurut Dorris Lee dan Murray
Lee (1940) menyatakan kurikulum sebagai: “…those experiences of the child which
the school in any way utilizes or attempts to influence”. Pergeseran makna kurikulum
dari pata pelajaran menjadi pengalaman belajar juga dipengaruhi penemuan dalam
bidang psikologi belajar, yakni pandangan tentang belajar dtiak hanya
mengumpulkan pengetahuan, akan tetapi merupakan proses perubahan prilaku siswa.
Hal ini bisa terjadi bila siswa memiliki pengalaman belajar.
Kurikulum sebagai program atau rencana pembelajaran, sebuah konsep yang
didukung oleh beberapa ahli pendidikan diantaranya; Murray Print (1993)
menyatakan: “Curriculum is defined as all the planned learning opportunities offered
to learner by the educational institution and the experiences learners encounter when
the curriculum is implemented”. Hilda Taba (1962) menyatakan: “A curriculum is a
plan for learning; therefore, what is known about the learning process and the
development of the individual has bearing on the shaping of a curriculum”.
Konsep kurikulum sebagai program atau rencana pembelajaran sejalan dengan
rumusan kurikulum menurut Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
system Pendidikan Nasional, yakni:” seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan”.
Batasan kurikulum menurut Undang – undang Nomor 20 tahun 2003 memiliki
dua aspek pengertian, yakni: Pertama, sebagai rencana (as plan) yang harus dijadikan
pedoman dalam pelaksanaan proses pembelajaran oleh guru. Kedua, pengaturan isi
dan cara pelaksanaan rencana pembelajaran.
Jelaslah bahwa kurikulum bukan materi pelajaran terpisah yang harus
disampaikan dan dpelajari, melainkan bentuk pengalaman dan kebudayaan individu
yang mencakup dua sisi sama penting. Yakni, perencanaan pembelajaran yang
diimplementasikan menjadi pengalam belajar siswa dalam rangka pencapaian tujuan
yang diharapkan. Akhgirnya dapat kita tarik benang merah bahwa kurikulum
merupakan sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus
dicapai, isi materi dan pengalaman belajar yang harus dicapai siswa, strategi dan cara
yang dapat dikembangkan, evaluasi dirancang untuk mengumpulkan informasi
tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen terancang dalam bentuk
nyata.
Diterbitkan di: 17 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    betapa luanya pengertian kurikulum sehingga kita tidak jenuh dan habis2 nya untuk membahas nya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.