Cronbach (Singgih Dirgagunarsa, 1978:
96), mengemukakan macam-macam kebutuhan sebagai berikut:
a. Kebutuhan akan afeksi, di mana
seseorang ingin memperoleh respon atau perlakuan hangat dari orang lain,
misalnya dari guru, orang tua, atasan dan lain-lain.
b. Kebutuhan untuk diterima di
lingkungan kawan-kawan yang sebaya, atau dalam kelompoknya sehingga ia tidak
merasa disisihkan atau terkucil dari lingkungannya.
c. Kebutuhan untuk diterima oleh
tokoh-tokoh otoriter, dalam arti dimengerti pendapat-pendapatnya,
kemampuan-kemampuannya, maupun prestasi-prestasinya.
d. Kebutuhan akan rasa bebas dan
tidak terkekang dalam tingkah laku, sejauh tidak bertentangan dengan
norma-norma yang berlaku.
e. Kebutuhan akan harga diri, yang
sangat diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri
Sedangkan hirarki kebutuhan manusia,
dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam bukunya Motivation and Personallity
diterjemahkan oleh Nurul Imam (1984) sebagai berikut:
a. Phisiological needs
(kebutuhan-kebutuhan Psikologis) adalah kebutuhan dasar manusia, yang umumnya
digambarkan oleh ahli psikologi sebagai rasa lapar. Bila rasa lapar ini tidak
terpenuhi, maka kebutuhan lain mungkin tidak ada sama sekali atau terdesak ke
belakang.
b. Safety needs (kebutuhan akan
keselamatan). Kebutuhan akan keselamatan (keamanan, kemantapan, ketergantungan
perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan, keutuhan akan
struktur, keterlibatan, hukum, batas-batas, kekuatan pada diri pelindung dan
sebagainya) akan muncul bila kebutuhan biologis relatif terpenuhi.
c. Belongingness needs (kebutuhan
akan rasa memiliki dan rasa cinta). Apabila kebutuhan fisiologis dan
keselamatan cukup terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan akan rasa
cinta, rasa kasih sayang dan rasa memiliki. Kebutuhan ini meliputi kata
hubungan yang penuh rasa dengan keluarga, istri, kekasih, anak-anak, kelompok,
kawan-kawan dan masyarakat.
d. Esteem needs (kebutuhan harga
diri)
Kebutuhan ini
diklarifikasikan menjadi dua perangkat, yakni: pertama, keinginan akan kekuatan,
prestasi, kecukupan, keunggulan dan kemampuan, kepercayaan pada diri sendiri
dalam menghadapi dunia dan kemedekaan beserta kebebasan.
e. Self actualisation (kebutuhan akan
perwujudan diri)
Inilah
kebutuhan tertinggi dari manusia, yaitu kebutuhan untuk mewujudkan dirinya
sebagai apa yang ada dalam kemampuannya. Bentuk kebutuhan ini berbeda-beda bagi
masing-masing individu. Misalnya keinginan menjadi ibu ideal, pelukis, atlit,
dan sebagainya.