Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pembinaan Profesi Guru melalui Kegiatan On-Service Lesson Study

Pembinaan Profesi Guru melalui Kegiatan On-Service Lesson Study

oleh: yusfy0527     Pengarang : Khamim
ª
 

Lesson Study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Lesson study dikembangkan pertama kali di Jepang. Namun, kegiatan ini sekarang sudah mulai diperkenalkan di berbagai forum internasional (Fernandez dan Yoshida, 2004), dengan tujuan utama memperbaiki kualitas pembelajaran guru dan kapasitas profesionalnya melalui reviu pelajaran sehari-hari (Baba dan Kajima, 2003: NRC, 1995).

Pada dasarnya Lesson Study merupakan kolaborasi nyata di antara para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Fernandez dan Yoshida, 2004), berdasarkan prinsip Plan-Do-See. Dalam hal ini berlaku prinsip kolegialitas dalam bentuk penelitian bersama terhadap kualitas pengajaran yang dilakukan guru, sehingga Lesson Study dapat digunakan guru sebagai ajang penelitian yang dilakukan guru-guru dalam pembelajaran matematika mereka sehari-hari untuk mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pengajaran mereka (Stigler & Herbert, 2000; IFIC & JICA, 2004).

Dalam Lesson Study, beberapa orang guru matematika dengan bantuan dan arahan para pakar pendidikan matematika merencanakan teaching material bersama-sama, mengajarkannya dalam kelas, dan mendiskusikan hasil pengajaran tersebut dengan guru lainnya. Hasil diskusi dengan guru lain (peer group) dijadikan sebagai bahan untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya (Kumano, 2004; IFIC & JICA, 2004).

Lesson study merupakan istilah yang luas dan umumnya dipandang dari dua perspektif, yaitu perspektif yang berorientasikan penelitian, dan perspektif yang berorientasikan praktek. Lesson Study dengan orientasi penelitian telah dimulai dikembangkan sejak abad yang lalu, didasarkan pada studi empirik dalam pendidikan atau psikologi pendidikan. Analisis ilmiah didasarkan pada hal-hal yang kasat mata (visible) dalam praktek pengajaran guru dan kegiatan belajar siswa (Saito, 2004). Tujuan studi ilmiah ini adalah untuk mencari hukum yang bersifat universal dalam mengembangkan program guru.

Dalam aliran lesson study yang berorientasikan praktek (Saito, 2004), lesson study diartikan sebagai metodologi siklus perbaikan pembelajaran. Proses yang berlangsung dalam lesson study terdiri atas 3 langkah utama, yaitu Plan-Do-See, yang bertujuan menyempurnakan kualitas pembelajaran:

(a) Merencanakan pembelajaran melalui eksplorasi akademis pada topik dan materi (Plan).

(b) Menyelenggarakan pembelajaran berdasarkan rencana pelajaran dan materi yang dipersiapkan, dengan mengudang para rekan seprofesi untuk mengobservasi (Do).

(c) Merefleksikan pembelajaran tersebut melalui pertukaran pendapat, komentar, dan diskusi dengan para pengamat (See).

Tahap pertama dari Lesson Study adalah Study of teaching materials, yang dimulai dengan menyeleksi topik dan menyusun perangkat pembelajaran. Dalam mengkaji topik yang akan diajarkan, guru bersama pakar pendidikan matematika mengkaji materi dalam beberapa sumber acuan (resources) secara mendalam dan menghubungkan konsep-konsepnya dengan situasi kehidupan siswa sehari-hari, agar konsep yang diajarkan lebih kontekstual, mudah difahami, dan lebih diminati siswa. Setelah perangkat pembelajaran selesai disusun, tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan perangkat pembelajaran matematika tersebut, yang disaksikan guru sejawat, kepala sekolah, pengawas, ataupun para dosen, yang hadir sebagai observer. Setelah pembelajaran berakhir, dilakukanlah Lesson Discussion Meeting (Post-Class Discussion), yang merupakan forum tukar pendapat berkenaan dengan pembelajaran yang dilakukan. Diskusi tersebut dimulai dengan penjelasan guru yang mengajar berkenaan dengan tujuan dan strategi pembelajaran yang dilaksanakan, diikuti oleh para guru lain atau para ahli yang menyampaikan pertanyaan atau komentar berdasarkan hasil observasinya. Berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing, para observer mengemukakan pendapatnya, serta issue-issue yang berkenaan dengan aktivitas pembelajaran, metode-metode dan pendekatan pengajaran yang relevan, kekurangan dan kelebihan guru, dan lain-lain. Rekomendasi-rekomendasi tersebut menjadi dasar perbaikan bagi pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas pembelajaran tersebut dilaksanakan secara bersiklus.

Melalui Lesson Study, guru menjalin hubungan dengan sesama guru sebidang dari sekolah lain, berdiskusi, tukar ide dan pengalaman, saling berbagi saran dan rekomendasi bagi terwujudnya peningkatan sesama guru dalam membelajarkan siswa. Melalui observasi bersama, situasi kelas dapat dikaji untuk dijadikan sebagai bahan diskusi dalam menganalisis berbagai jenis model yang secara bergantian ditampilkan sesama guru. Saling belajar dan saling menimba ilmu dan pengalaman dari sesama dalam suasana kebersamaan, merupakan gambaran yang muncul dalam implementasi Lesson Study. Keunggulan guru model yang tampil menjadi bahan rujukan bagi guru lainnya, sedangkan kekurangannya menjadi bahan renungan untuk dicarikan upaya dan jalan keluarnya. Refleksi atau post-class discussion menjadi ajang diskusi yang relevan dan terfokus pada upaya bagaimana meningkatkan kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajaran secara berkelanjutan.

Diterbitkan di: 16 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mhn bantuan buku lokal yang memuat lesson study untuk tesis .thanks Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.