Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengelolaan Madrasah Unggulan

Pengelolaan Madrasah Unggulan

oleh: penulissstoppp     Pengarang : ummi nahdli
ª
 
Gagasan mendirikan sekolah Islam unggul dimulai pada dekade 90-an.
Pada awal 1990-an marak berdiri sekolah Islam unggulan dengan tujuan
mendorong pengembangan kualitas lembaga pendidikan Islam. Kondisi
pendidikan Islam pada saat ini sangat memprihatinkan, baik dari segi aplikatif
maupun keilmuan. Sistem pengelolaan pendidikan Islam masih jauh di bawah
sistem pengelolaan pendidikan non-Islam. Kualitas lembaga-lembaga pendidikan
Islam jauh tertinggal dibanding sekolah-sekolah umum sehingga mencitrakan
kesan keterbelakangan dan ketertinggalan. Jika membicarakan sekolah Islam atau
madrasah terkesan bahwa siswa yang belajar di lembaga pendidikan Islam atau
madrasah hanya menguasai pengetahuan agama. Memang di madrasah juga
diajarkan pengetahuan umum, tetapi tingkat penguasaan siswa sekolah umum
terhadap pengetahuan umum jauh lebih bagus sehingga murid-murid dari
madrasah tidak mampu bersaing dengan mereka dari sekolah umum untuk
mencari nilai tinggi, bersaing diterima di sekolah-sekolah negeri atau sekolahsekolah
unggulan. Bahkan karena penguasaan pengetahuan umum yang tidak
memadai, lulusan madrasah tidak bisa bersaing dalam mencari peluang kerja yang
bagus.
Itulah alasan mengapa di masa lalu banyak keluarga muslim yang kaya
mengirimkan anak mereka ke sekolah-sekolah misionari, baik Katolik maupun
Protestan. Bahkan, di kalangan muslim pernah ada semacam kebanggaan bila
anak mereka belajar di sekolah-sekolah misionari.20 Sejak bermunculan sekolahsekolah
Islam unggulan yang marak sejak awal 1990-an, banyak orangtua murid
dari kalangan elit yang mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam
unggulan yang menawarkan pendidikan bermutu.
Dengan demikian, sebenarnya masyarakat Islam banyak berharap pada
lembaga pendidikan Islam atau madrasah, khususnya bagi muslim di perkotaan
yang tidak memiliki waktu luang untuk memberikan perhatian sepenuhnya pada
pendidikan agama sehingga mereka mempercayakan pendidikan agama di
lembaga pendidikan Islam. Namun, dalam realitasnya, madrasah yang pada
dasarnya paling merepresentasikan bentuk lembaga pendidikan Islam tidak bisa
memenuhi keinginan masyarakat Islam sehingga masyarakat Muslim
khususnya di perkotaan merasa kecewa dan lebih memilih sekolah-sekolah
umum untuk anak-anak mereka.
Sebagai upaya menjawab tuntutan masyarakat akan signifikansi mutu
madrasah, bermunculan sekolah-sekolah Islam unggulan yang berada di bawah
pengawasan Depdiknas. Sekolah-sekolah Islam unggulan ini menekankan secara
khusus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perpaduan
penguasaan agama yang berbeda dengan sekolah-sekolah umum. Sementara ini,
masyarakat memandang kualitas lembaga pendidikan dari faktor prestasi
akademik dan peminat siswa terhadap lembaga pendidikan. Sekolah-sekolah yang
mampu mengangkat prestasi belajar siswanya pada tingkat tertinggi dan dapat
mengantarkan murid ke sekolah favorit akan menjadi tujuan masyarakat dalam
menyekolahkan anaknya. Di kalangan muslimin sekolah unggulan merupakan
respon terhadap realitas kehidupan yang kompetitif sebagai implikasi dari
globalisasi.
Kehadiran sekolah Islam yang secara formal menyatakan diri sebagai
sekolah unggul atau sekolah Islam unggulan tersebut seakan menjawab tantangan
zaman dan perubahan masyarakat yang menuntut lembaga pendidikan yang
mandiri, kreatif, inovatif, unggul, dan kompetitif.
Sekolah Islam Unggul yang pertama muncul adalah Sekolah Islam Al-
Azhar. Pada dekade 1980-an sekolah ini menjadi sekolah model sehngga sekolah
ini mengalami ekspansi di beberapa wilayah Jakarta dan luar Jakarta, seperti
Cirebon, Sukabumi, Serang, Semarang, dan Surabaya. SMU Madania di Parung
oleh Yayasan Paramadina pada 1995/1996. SMU Islam Cendekia di Serpong
didirikan oleh pegawai BPPT pada 1996/1997. Madrasah Pembangunan sebagai
Madrasah Lab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. MIN Malang yang didirikan
pada 1962 dan berkembang menjadi MIN Unggulan pada 1990-an. Sekarang ini
sekolah unggul muncul di mana di kota besar maupun di kota kecil.
Sekolah unggul sebagai upaya modernisasi sekolah Islam sesuai dengan
perkembangan dan perubahan masyarakat. Sebagai wahana atau alternatif terbaik
untuk peningkatan mutu keagamaan umat Islam. Menjadi konsekuensi logis dari
perubahan sistem pendidikan dari sentralistik ke desantralistik. Undang-Undang
Otonomi Daerah meletakkan kewenangan sebagian besar pemerintahan bidang
pendidikan dan kebudayaan yang selama ini berada pada pemerintahan pusat
kepada pemerintahan daerah (Kabupaten/Kota). Peraturan Pemerintah No. 25
Tahun 2000, menegaskan pergeseran struktur kewenangan sistem administrasi
pendidikan dengan sistem pengelolaan terpusat ke sistem pengelolaan pendidikan
berbasis sekolah. Pergeseran struktur kewenangan ini merupakan momentum
yang tepat untuk melakukan reformasi sistem pengelolaan di sekolah untuk
melakukan peningkatan mutu sebuah sekolah. Selanjutnya pemer intah
menetapkan peraturan pendidikan berbasis masyarakat untuk meningkatkan peran
serta masyarakat bagi peningkatan mutu sekolah. Menyambut program ini
Departemen Agama yang menaungi lembaga pendidikan Islam madrasah
mengeluarkan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Depag Nomor: E/101/2001
tentang majlis Madrasah. Perubahan dan perkembangan dunia global menuntut
pihak-pihak pengelola pendidikan untuk merespon perubahan tersebut sehingga
lembaga pendidikan tidak tertinggal dengan tuntutan realitas sosial dan
melakukan inovasi-inovasi pendidikan sehingga menampilkan sekolah-sekolah
yang bermutu dan unggul.
Adalah niscaya bahwa kehadiran lembaga pendidikan Islam yang
berkualitas dalam berbagai jenis dan jenjang pendidikan itu sesungguhnya sangat
diharapkan oleh berbagai pihak, terutama umat Islam. Bahkan, hal itu kini terasa
sebagai kebutuhan yang sangat mendesak terutama bagi kalangan muslim kelas
menengah ke atas yang secara kuantitatif terus meningkat belakangan ini.
Fenomena sosial yang sangat menarik ini mestinya bisa dijadikan tema
sentral kalangan pengelola lembaga pendidikan Islam dalam melakukan
pembaruan dan pengembangannya. Namun, yang kita saksikan justru sebaliknya,
di berbagai tempat banyak lembaga pendidikan Islam, terutama yang tergolong
”kelas pinggiran” satu per satu mengalami penyusutan karena kehilangan
kepercayaan baik dari umat maupun peminatnya. Sementara itu, lembagalembaga
pendidikan yang berlatar belakang keagamaan berbeda namun dikelola
secara profesional dan menempatkan pada konteks kemasyarakatan yang lebih
luas, memperlihatkan perkembangan yang demikian pesat sehingga
keberadaannya semakin kukuh.
Diterbitkan di: 16 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.