Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Konsep Madrasah Unggulan

Konsep Madrasah Unggulan

oleh: penulissstoppp     Pengarang : ummi nahdli
ª
 
Sekolah unggul dipersepsi oleh masyarakat secara berbeda. Ada yang
mempersepsi sekolah unggul adalah sekolah yang mahal. Sebagian masyarakat
memahami sekolah unggul adalah sekolah yang dengan fasilitas yang mewah dan
lengkap. Keunggulan sekolah terkadang juga diukur dengan kemampuan
akademis. Bahkan, kenyataan di lapangan, sekolah diakui sebagai sekolah
unggulan jika memiliki legitimasi dari pemerintah bukan atas inisiatif masyarakat
atau pengakuan masyarakat. Sehingga penetapan sekolah unggulan cenderung
bermuatan politis dari pada muatan edukatifnya. Pemerintah telah mengucurkan
dana untuk mengembangkan sekolah unggulan.
Bagaimana mendefinisikan sekolah unggulan yang tidak bermakna
sempit? Karakter utama apa yang paling utama yang harus dimiliki oleh sekolah
unggul tersebut agar dapat bermakna dengan tujuan dan target yang jelas,
sehingga dapat menghasilkan dan meningkatkan mutu pendidikan Islam yang
diharapkan, serta dapat mengarah pada terwujudnya modernisasi sistem
pendidikan Islam. Memang tidak mudah merumuskan konsep sekolah unggul.
Tiga hal mendasar yang dapat dijadikan membingkai konsep sekolah unggul
adalah:
Pertama, sekolah unggul sebagaimana dikemukakan oleh Burhanuddin
Tola dan Furqon adalah sekolah yang memiliki kemampuan mengarahkan sumber
daya sekolah melalui tindakan yang rasional dan sistematik yang mencakup
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan, dan pengendalian untuk
mencapai tujuan sekolah yang meliputi (a) layanan belajar bagi siswa (b)
pengelolaan dan layanan siswa ( c) sarana dan prasarana, (d) program
pembiayaan, (d) melibatkan partisipasi masyarakat, (e) budaya sekolah yang
unggul. Seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Berati tenaga
administrasi, pengembang kurikulum di sekolah, kepala sekolah, dan penjaga
sekolah pun harus dilibatkan secara aktif. Karena semua sumber daya tersebut
akan menciptakan iklim sekolah yang mempu membentuk keunggulan sekolah.
Sekolah unggul adalah sekolah yang dikelola secara profesional dengan
memaksimalkan partisipasi semua stakeholder sekolah, didukung kepemimpinan
yang kuat, memiliki budaya sekolah yang kuat, mengutamakan pelayanan pada
siswa, menghargasi prestasi setiap siswa sesuai dengan potensi masing-masing,
dan terpenuhinya harapan siswa.
Kedua, sekolah unggul adalah sekolah yang memaksimalkan fungsi dari
mutu input peserta didik, mutu kemampuan profesional guru, mutu penggunaan
fasilitas belajar, dan budaya sekolah sehingga menghasilkan pendidikan yang
bermutu baik dalam nuansa kuantitatif maupun kualitatif. Sekolah unggul adalah
sekolah yang bermutu yang berhasil menciptakan prestasi tinggi bagi siswanya.
Prestasi yang diharapkan dicapai oleh siswa-siswa sekolah unggul bukan hanya
prestasi akademis saja yang ditumbuh-kembangkan. Profil sekolah unggulan tidak
bisa hanya dilihat dari karakteristik prestasi yang tinggi berupa nilai UN melainkan
juga potensi psikis, fisik, etik, moral, religi, emosi, spirit, adversity dan
intelegensi.
Sekolah unggul dalam arti sekolah bermutu adalah (1) sekolah yang
mampu mengembangkan potensi siswa secara maksimal. Sekolah unggul
bukanlah sekolah yang menerapkan standar mutu input siswa yang tinggi karena
akan melahirkan lulusan yang bermutu tinggi. Adalah sesuatu yang biasa-biasa
saja apabila sekolah menyeleksi siswa yang bermutu tinggi pada akhirnya
meluluskan out put yang bermutu tinggi pula. Tetapi, keunggulan sekolah
seharusnya diukur dari tingkat kemampuan sekolah mengembangkan segala
potensi siswa menjadi output yang berkualitas unggul dalam segala bidang, baik
akademik, fisik, etik, moral, emosi, dan adversity, (2) sekolah yang memiliki
kemampuan merancang kurikulum yang bagus sehingga mampu memberikan
layanan pembelajaran yang bermutu, (3) Sekolah yang didukung tenaga guru dan
kependidikan yang handal, dan (4) sekolah yang memiliki kemampuan
menciptakan budaya sekolah yang kondusif sebagai refleksi dari kinerja
kepemimpinan profesional.
Ketiga, sekolah yang mampu mewujudkan sebagai self renewing school”
atau “adaptive schools” atau disebut juga sebagai “learning organization”, yaitu
suatu kondisi sekolah sebagai entitas yang mampu menangani permasalahan yang
dihadapi dan mampu menunjukkan kapabilitasnya dalam merenovasi sehingga
sekolah memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang
terjadi di sekitanya atau “the adaptive organism” untuk mampu beradaptasi terus
menerus. Untuk itu, sekolah mesti mempertanyakan dua hal; (1) apakah yang
menjadi hakekat keberadaan sekolah, dan (2) apakah yang menj adi tujuan
utamanya?
Dengan demikian, konsep sekolah unggul adalah sekolah yang mampu
mengerahkan segala sumber daya sekolah melalui tindakan yang rasional dan
sistematik yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan,
dan pengendalian sehingga sekolah tersebut mampu menjadi “adaptive schools”
yang mampu menangani permasalahan yang dihadapi dan mampu menunjukkan
kapabilitasnya dalam merenovasi sehingga sekolah memiliki kemampuan
beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya sehingga
menghasilkan pendidikan yang bermutu baik dalam kuantitas maupun kualitas.
Diterbitkan di: 16 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.