Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kurikulum Muatan Lokal

Pengertian Kurikulum Muatan Lokal

oleh: sangrajasuksesss     Pengarang : hjainunros
ª
 
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
KTSP adalah kurikulum operesional yang disusun oleh dan dilaksanakan
dimasing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kalender pendidikan dan silabus.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keuangan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan
pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang
terdapat pada Standar Isi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan
mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang
tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing
daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah
yang brsangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan
nasional sehingga keberradaan kurikulum muatan lokal mendukung dan
melengkapi kurikulum nasional. Muatan lokal merupakan bagian dari materi pembelajaran, sehingga
satuan pendidikan yang ada pada esbuah lembaga pendidikan haru s
mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis
muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan
satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa satu tahun
satuan pendidikan sapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.
Pengembangan kurikulum merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah
selesai, dalam arti ia harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan baik
dalam aspek perencanaan, implementasi maupun evaluasinya. Hanya saja dalam
tradisi kita biasanya ketika kita melekukan pengembangan kurikulum lebih
banyak disibukkan dan/atau berhenti pada aspek curriculum plan (kurikulum
sebagai dokumen), yang meliputi : ( 1) perumusan standar kompetensi kelulusan ;
(2) penentuan serangkaian mata kuliah serta bobot sksnya ; (3) penyusunan
silabus ; dan (4) penyusunan program kegiatan (SAP). Sedangkan pada aspek
actual curriculum atau kegiatan nyata biasanya terlupakan, seperti masalah proses
pembelajaran , proses evaluasi (assessment) termasuk di dalamnya uji
kompetensi, dan penciptaan suasana akademis. Padahal, apa artinya kurikulum
sebagai dokumen jika tidak ditindaklanjuti dengan acual curriculum. Karena itu,
dalam kegiatan pengembangan kurikulum ini perlu memperhatikan keduaduanya.
Jika kita melakukan orientasi kurikulum, maka pertanyaan-pertanyaan
yang perlu dijawab pertama kali sebagai keterangan teoritik pengembangan
kurikulum adalah : siapa/institusi apa yang membutuhkan jurusan (program studi)
yang dikembangkan di PTAI ? Profil lulusan yang seperti apa yang dibutuhkan
masyarakat di masa depan ? Keahlian-keahlian apa yang harus dimiliki untuk
terwujudnya profil tersebut ? Bagaimana model-model pembelajaran PAI dan
evaluasi yang dikembangkan pada jenjang pendidikan baik MI/SD, SLTP dan
SLTA untuk mencapai suasana akademik yang kondusif untuk mencapai keahlian
tersebut ? Dan apa kontribusi jurusan/program studi-program studi di PTAI
tersebut dalam pengembangan iml u pengetahuan dan teknologi serta
pembangunan masyarakat (bangsa)?
Kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni curriculum awalnya berarti Â
running course, dan dalam bahasa Prancis, yakni courier berarti to run. Istilah itu
kemudian diartikan sebagai “(1) the course oferred by an educational institution
or one of its branches, dan (2) A set of courses”. Sedangkan menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, kurikulum dapat diartikan sebagai perangkat mata
pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan, dan perangkat mata pelajaran
mengenai bidang keahlian khusus.
Oleh karena kurikulum muatan lokal merupakan seperangkat rencana dan
pengajaran mengenai isi dan bahan pengajaran yang ditetapkan oleh daerah atau
lokal sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing serta cara yang
digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar mengajar.
Penentuan isi dan bahan pengajaran muatan olkal didasarkan pada
keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri kahas satuan pendidikan yang
bersangkutan. Isi dan bahan pelajaran tersebut dapat diorganisasikan dalam mata
pelajaran-mata pelajaran yang terdiri sendiri dan mempunyai alokasi waktu
tertentu, misalnya mata pelajaran bahasa daerah, keterampilan dan kerajinan
tertentu, serta kesenian daerah dan kesenian Islam dan adat istiadat daerah
termsuk budi pekerti.
Muatan lokal dikembangkan atas dasar keadaan dan kebutuhan daerah.
Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada
dasarnya berkaitan degan lingkungan alam, lingkungan sosial dan ekonomi, serta
lingkungan agama dan budaya.
Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat
di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf
kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah pengembangan
daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan dalam rangka,
diantaranya :
a) untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah;
b) meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu sesuai dengan
dengan keadaan perekonomian daerah ; dan
c) meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari dan
meningkatkan kemampuan berwiraswasta.
Diterbitkan di: 14 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.