Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Macam macam fitrah manusia

Macam macam fitrah manusia

oleh: putttttttttttttzzzzz     Pengarang : achkhusna
ª
 
Muhaimin menyatakan bahwa jenis fitrah itu banyak sekali, tetapi yang
terpenting adalah :
a. Fitrah agama, yakni sejak lahir manusia mempunyai jiwa agama, yaitu jiwa
yang mengakui adanya dzat yang maha pencipta dan Maha Mutlak (Allah
SWT). Sejak di alam Roh manusia ditanya “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”
Mereka menjawab : “Betul, kami menjadi saksi” sehingga ketika dilahirkan
Ia cenderung untuk Hanif, rindu akan kebenaran.12
b. Fitrah intelek, yaitu potensi bawaan untuk memperoleh pengetahuan. dalam
hal ini Allah sering memperingatkan dengan Afala Ta’qilun, Afala
Tatafakkarrun, dan sebagainya.
c. Fitrah sosial, kecenderungan manusiua untuk hidup berkelompok yang
didalamnya terbentuk suatu ciri khas yang disebut kebudayaan.
d. Fitrah susila, yaitu kemampuan manusia untuk mempertahankan harga diri
dari sifat-sifat amoral, sifat-sifat yang menyalahi tujuan Allah menciptakan,
serta kode etik yang disepakati masyarakat muslim.
e. Fitrah ekonomi, yakni upaya untuk memenuhi kebutuhan jasmani demi
kelangsungan hidupnya.
f. Fitrah seni, kemampuan manusia menimbulkan estetika yang mengacu pada
sifat “al-Jamal”.
g. Fitrah kemajuan, keadilan, kemerdekaan, ingin dihargai dsb (yang
merupakan kebutuhan kehidupan manusia) merupakan fitrah yang menuntut
untuk dipenuhi.
Dari beberapa teori diatas nampaknya Islam lebih cenderung pada teori
convergensi. Untuk menjadi anak didik yang berhasil dalam menuntut ilmu
menurut khalifah Ali bin Abi Talib dibutuhkan enam syarat, sebagaimana yang
terdapat dalam terjemahan syair di bawah ini: “Ingat engkau tidak akan bisa
memperoleh ilmu kecuali dengan enam syarat, aku akan mnejelaskan enam
syarat itu kepadamu yaitu : kecerdasan (akal), motivasi atau kemauan yang
keras, sabar, alat (sarana), petunjuk guru dan terus menerus (kontinyu) atau
tidak cepat bosan dalam mencari ilmu”.
Dari syair tersebut, dapat diambil suatu pengertian bahwa syarat mencari ilmu
hendaknya mempunyai akal (punya kecerdasan), mempunyai greget (ghiroh)
atau motivasi yang tinggi, tidak merasa puas dalam memperoleh ilmu, sabar dan
tabah serta tidak mudah putus asa walaupun banyak hambatan dan rintangan baik
berhubungan dengan ekonomi, sosial, politik dsb. Kemudian syarat yang lain
adalah mempunyai sarana yang memadai dan adanya petunjuk guru agar tidak
terjadi salah paham (miss under standing) dari apa yang dipelajari, serta waktu
yang lama dalam arti tiada henti sampai akhir hayat
Diterbitkan di: 11 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.