Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan

Faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan

oleh: anwarjossssssssss     Pengarang : abdullah
ª
 
Ada tiga faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan yaitu :
1. Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan
pendekatan educational production function atau input-input analisis yang
tidak konsisten.
2. Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik.
3. Peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan
pendidikan sangat minim
Berdasarkan penyebab tersebut dan dengan adanya era otonomi daerah
yang sedang berjalan maka kebijakan strategis yang diambil Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk
mengembangkan SDM adalah : (1) Manajemen peningkatan mutu berbasis
sekolah (school based management) dimana sekolah diberikan kewenangan untuk
merencanakan sendiri upaya peningkatan mutu secara keseluruhan; (2)
Pendidikan yang berbasiskan pada partisipasi komunitas (community based
education) di mana terjadi interaksi yang positif antara sekolah dengan
masyarakat, sekolah sebagai community learning center; dan (3) Dengan
menggunakan paradigma belajar atau learning paradigm yang akan menjadikan
pelajar-pelajar atau learner menjadi manusia yang diberdayakan. Selain itu pada
tanggal 2 Mei 2002, bertepatan hari pendidikan nasional, pemerintah telah
mengumumkan suatu gerakan nasional untuk peningkatan mutu pendidikan,
sekaligus menghantar perluasan pendekatan Broad Base Education System
(BBES) yang memberi pembekalan kepada pelajar untuk siap bekerja membangun
keluarga sejahtera. Dengan pendekatan itu setiap siswa diharapkan akan
mendapatkan pembekalan life skills yang berisi pemahaman yang luas dan
mendalam tentang lingkungan dan kemampuannya agar akrab dan saling memberi
manfaat. Lingkungan sekitarnya dapat memperoleh masukan baru dari insan yang
mencintainya, dan lingkungannya dapat memberikan topangan hidup yang
mengantarkan manusia yang mencintainya menikmati kesejahteraan dunia
akhirat.
Untuk merealisasikan kebijakan diatas maka sekolah perlu melakukan
manajemen peningkatan mutu. Manajemen Peningkatan Mutu (MPM) ini
merupakan suatu model yang dikembangkan di dunia pendidikan, seperti yang
telah berjalan di Sidney, Australia yang mencakup : a) School Review, b) Quality
Assurance, dan c) Quality Control, dipadukan dengan model yang dikembangkan
di Pittsburg, Amerika Serikat oleh Donald Adams, dkk.
Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah suatu metode peningkatan
mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri, mengaplikasikan sekumpulan
teknik, mendasarkan pada ketersediaan data kuantitatif & kualitatif, dan
pemberdayaan semua komponen sekolah untuk secara berkesinambungan
meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah guna memenuhi
kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Dalam Peningkatan Mutu yang
selanjutnya disingtkat MPM, terkandung upaya a) mengendalikan proses yang
berlangsung di sekolah baik kurikuler maupun administrasi, b) melibatkan proses
diagnose dan proses tindakan untuk menindak lanjuti diagnose, c) memerlukan
partisipasi semua fihak : Kepala sekolah, guru, staf administrasi, siswa, orang tua
dan pakar.
Diterbitkan di: 10 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.