Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

oleh: anwarjossssssssss     Pengarang : abdullah
ª
 
Manajemen pendidikan memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada
manajemen sekolah. Manajemen pendidikan tidak hanya menyangkut penataan
pendidikan forma (sekolah, madrasah dan perguruan tinggi), ruang lingkup
manajemen pendidikan juga menyangkut pendidikan luar sekolah atau pendidikan
non formal.
Diantara ruang lingkup manajemen pendidikan adalah manajemen
kurikulum, manajemen kepegawaian, manajemen peserta didik, manajemen
sarana/prasarana pendidikan, manajemen keuangan atau pembiayaan pendidikan,
manajemen (administrasi) perkantoran, manajemen unit-unit layanan khusus
pendidikan, manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah, serta manajemen
hubungan dengan masyarakat (humas).
a. Manajemen Kurikulum
Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan
adalah aspek kurikulum. Kurikulum memiliki pengertian segala sesuatu yang
berlangsung dalam sekolah, termasuk kegiatan ekstra kurikuler pembimbingan
dan hubungan interpersonal. Jadi, bisa dikatakan kurikulum merupakan suatu
sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga
pendidikan, sehingga kurikulum memegang peranan penting dalam mewujudkan
sekolah yang bermutu dan berkualitas.
Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kurikulum, diperlukan upaya
pemberdayaan bidang manajemen atau pengelolaan kurikulum. Pengelolaan
kurikulum pada tingkat lembaga atau sekolah perlu dikoordinasi oleh pihak
pimpinan dan pembantu pimpinan yang dikembangkan secara integral dalam
konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) serta disesuaikan dengan visi dan misi lembaga pendidikan
yang bersangkutan.
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu mempersiapkan manajemen sekolah
bermutu terutama berkenaan dengan manajemen kurikulum yang akan
dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan di sekolah, baik itu dilakukan oleh
para guru, komite sekolah, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang terkait dengan
pelaksanaan pendidikan.
Berdasarkan kurikulum standar yang telah ditentukan secara nasional,
sekolah bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sebagai bagian
yang tidak terpisahkan dari manajemen kurikulum, pengembangan kurikulum
yang dimaksud adalah baik dari standar materi (content) dan proses
penyampaiannya. Sudah barang tentu, materi kurikulum yang dituntut adalah
materi kurikulum yang ada mafaat dan relevansinya terhadap siswa, sekolah harus
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indera
dan lapisan otak serta menciptakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang
secara intelektual dengan menguasai ilmu pengetahuan, terampil, memilliki sikap
arif dan bijaksana, memiliki kematangan emosional.
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, paling tidak ada tiga hal
yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini yaitu;
- pengembangan kurikulum tersebut harus memenuhi kebutuhan siswa.
- bagaimana mengembangkan keterampilan pengelolaan untuk menyajikan
kurikulum tersebut kepada siswa sedapat mungkin secara efektif dan efisien
dengan memperhatikan sumber daya yang ada.
- pengembangan berbagai pendekatan yang mampu mengatur perubahan
sebagai fenomena alamiah di sekolah.
Untuk melihat progres pencapaian kurikulum, siswa harus dinilai melalui
proses test yang dibuat sesuai dengan standar nasional dan mencakup berbagai
aspek kognitif, afektif dan psikomotor maupun aspek psikologi lainnya. Proses ini
akan memberikan masukan ulang secara obyektif kepada orang tua mengenai
anak mereka (siswa) dan kepada sekolah yang bersangkutan maupun sekolah
lainnya mengenai performan sekolah sehubungan dengan proses peningkatan
mutu pendidikan.
Pengembangan kurikulum merupakan upaya untuk mempertahankan dan
meningkatkan mutu pendidikan, baik mutu peroses maupun mutu hasil (mutu
lulusan). Oleh karena itu, syarat pertama dan utama yang harus dimiliki adalah
kepedulian (concern) dan komitmen atau kebulatan tekad (commitment) terhadap
mutu pendidikan (quality of education). Kepedulian dan komitmen ini akan
mendasari dan menjiwai segala upaya dan program peningkatan mutu pendidikan.
Kepedulian dan komitmen terhadap mutu, baik pimpinan maupun guru-guru akan
berusaha mencari, menemukan dan mengkaji inovasi-inovasi. Mereka adalah para
inovator, educator, leader, motivator, expert, dan nara sumber bagi
lingkungannya.
Pimpinan yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap
mutu pendidikan akan banyak belajar membaca aneka sumber, berkomunikasi
dengan berbagai ahli, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan
dan pembaharuan. Hasil-hasil kajiannya akan diteruskan kepada rekan dan
stafnya, baik dalam rangka mendorong staf meningkatkan kemampuannya
maupun mengembangkan program-program sekolah.
Pengembangkan program dan peningkatan mutu pendidikan tidak dapat
dikerjakan sendiri, namun membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai
pihak, baik internal maupun eksternal. Potensi kekuatan yang ada di masyarakat
digali dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Potensi dan kekuatan masyarakat
tidak selalu berbentuk finansial, tetapi juga material (bahan dan alat), sumber
belajar, tenaga dan konsep, serta ide-ide. Organisasi sekolah yang berhasi adalah
yang mampu menghimpun semua potensi dan kekkuyatan internal dan eksternal
untuk dimanfaatkan guna pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.
Diterbitkan di: 10 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA ARTINYA MASALAH PEMERATAAN PENDIDIKAN, MASALAH MUTU PENDIDIKAN, MASALAH EFESIENSI PENDIDIKAN DAN MASALAH RELEVANSI PENDIDIKAN? YANG Manakah YANG paling penting untuk SEGERA DI ATASI? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimanakah input , proses, out come managemen sekolah/pendidikan yang dikatakan bermutu ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    BAGAIMANAKAH KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA SAMPAI SAAT INI SETELAH DI IMPLEMENTASIKANNYA UU NO 20 TAHUN 2003 Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA CONTOH PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENGAWASAN DALAM MANAGEMEN PENDIDIKAN? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA CONTOH PERENCANAAN PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN DALAM MANAGENAN PENDIDIKAN? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    4 ruang lingkup kepegawaian Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pendidikan luar sekolah masih termasuk dari pendidikan, apa pengertian dari manajemen pendidikan luar sekolah/pendidikan nonformal Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.