Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Sumber Ilmu Pengetahuan Barat

Sumber Ilmu Pengetahuan Barat

oleh: luphitalizer     Pengarang : Nsution
ª
 
Al-Attas membagi ilmu menjadi dua, yaitu iluminasi atau ilmu ma'rifat dan ilmu sains. Ilmu ma'rifat adalah ilmu yang langsung diberikan Allah kepada manusia berupa wahyu, ilham dan irhas. Ilmu ini diberikan Allah kepada mereka yang taat menjalankan ibadah dengan tulus namun dibarengi dengan pengetahuan yang luas melalui berbagai pendekatan. Sedangkan sains adalah ilmu yang berkaitan dengan fisik dan objek-objek yang berhubungan dengan aspek-aspek fisik, ilmu ini dapat diperoleh manusia melalui penggunaan daya intelektual dan jasmaniyah. Ilmu pengetahuan ini bersifat acak dan pencapaiannya menempuh jalan yang bertingkat-tingkat.
Nasution mengkategorikan ilmu menjadi dua bagian yaitu ilmu murni (teoritis) dan ilmu terapan (ilmu praktis). ilmu murni menghasilkan prinsip umum yang digunakan untuk memecahkan berbagai masalah praktis yang dihadapi umat manusia. Sedangkan ilmu terapan mengungkapkan fakta-fakta baru yang mendukung teori atau yang menguji kemampuan teori. Sidi Ghazalba mengkategorikan ilmu menjadi enam kategori yaitu ilmu praktis, ilmu praktis normatif, ilmu praktis positif, ilmu spekulasi-ideografis, ilmu spekulasi-nometetis, dan ilmu spekulasi-teoritis.
Ada dua alasan yang mendasari pentingnya mengkaji ilmu pengetahuan. Pertama, adanya perbedaan pandangan di kalangan filosof dan saintis tentang apa yang menjadi sumber ilmu. Kedua, perbedaan paradigma yang dianut masing-masing komunitas masyarakat dalam memandang dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Para filosof dan saintis Barat kontemporer mengkonstruk sumber ilmu pengetahuan dengan mengadopsi secara total paradigma Yunani Kuno yang sangat Aristotalian Sekular. Menurut mereka sumber ilmu pengetahuan ada dua. Pertama, pengetahuan yang lahir atas pertimbangan rasio (akal / deduksi). Kedua, sumber ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari pengalaman (empiris / deduksi). Sumber pengetahuan yang mendasari kebenaran pada pengalaman ini diistilahkan dengan empirisme, sedangkan kebenaran yang dipertimbangkan pada rasio lebih dikenal dengan istilah rasionalisme.
Yang menyebabkan dunia Barat hanya mengakui dua sumber ilmu pengetahuan di luar sumber lain seperti wahyu adalah karena lahirnya ilmu pengetahuan di dunia Barat didorong oleh semangat pembebasan kalangan filosof dan saintis yang bercita-cita membebaskan ilmu dari cengkraman gereja. Dengan kata lain, ilmu lahir sebagai antitesis dari sistem dan doktirn gereja yang mengontrol jalannya ilmu pengetahuan yang ancillia theologiae.
Diterbitkan di: 10 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.