Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proses penerimaan siswa baru (PSB) secara sistematis

Proses penerimaan siswa baru (PSB) secara sistematis

oleh: wanitamandiriiiiiiii     Pengarang : syaifllah
ª
 
Proses penerimaan siswa baru (PSB) secara sistematis dapat dilakukan
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pembentukan panitia penerimaan siswa baru (PSB) yang kadang juga
disebut dengan penerimaan murid baru (PMB). Dalam hal ini menurut
Mulyasa, kepala sekolah setelah menganalisis daya tampung siwa
membentuk satuan panitia yang bertugas menerima siswa baru mulai proses
awal pendaftaran sampai teradaptasinya siswa baru yang diterima dengan
lingkungan sekolah tempat belajarnya.Panitia tersebut bertugas membantu
kepala sekolah dalam segala urusan yang berkenaan dengan proses
penerimaan siswa baru. Oleh karena itu, panitia sepenuhnya bertanggung
jawab kepada kepala sekolah dan melaporkan hasil kerjanya kepada kepala
sekolah. Untuk itu kepala sekolah menerbitkan surat keputusan (SK) yang
berisi penetapan dan pengangkatan panitia PSB. Susunan kepanitian pada
lazimnya jabatan ketua diserahkan kepada wakil kepala sekolah atau
pembantu kepala sekolah bidang kesiswaan.
b. Pendaftaran calon siswa baru
Kegiatan pendaftaran siswa baru dimulai dengan sosialisasi atau
pengumuman yang dikeluarkan oleh panitia PSB tentang segala informasi
yang berkenaan dengan pendaftaran siswa baru. Pengumuman tersebut
meliputi profil lembaga, tawaran program yang disediakan, beaya
pendidikan, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon siswa baru, tempat
pendaftaran, waktu pendaftaran, prosedur pendaftaran, waktu ujian seleksi
masuk, pengumuman hasil ujian, dan waktu pengumunan penetapan calon
siswa yang diterima.
c. Penyeleksian calon siswa baru.
Penyeleksian siswa baru sering juga disebut dengan penyaringan
siswa baru. Hal ini penting dilakukan untuk memberi batasan jumlah siswa
yang dapat ditampung berdasarkan analisis daya tampung yang sudah
dilakukan sebelumnya. Selain itu penyaringan juga dilakukan untuk
menyaring siswa yang secara kemampuan akademis adalah calon terbaik
untuk belajar di suatu lembaga pendidikan. Kedua pertimbangan tersebut
saling terkait. Pada sekolah-sekolah favorit hal ini benar-benar dilaksanakan
secara konsekuen, akan tetapi pada sekolah yang kurang mendapat apresiasi
dari masyarakat, pada umumnya tidak membatasi nilai kemampuan
akademis calon siswa baru. Pada kasus sekolah semacam ini pertimbangan
utama penyaringan siswa baru adalah daya tampung lembaga, meskipun
pertimbangan dibidang ini juga sering kali dikesampingkan. Penyeleksian
calon siswa baru dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama adalah
penyeleksian administratif yang meliputi standar nilai ujian akhir sekolah
(UAN/UASBN) yang diperoleh pada jenjang lembaga pendidikan
sebelumnya dan berkas persyaratan lain yang diperlukan sesuai dengan
ketentuan masing-masing lembaga. Sedangkan tahap kedua adalah tahap
pelaksanaan ujian masuk. Pada tahap ini kebijakan masing-masing lembaga
sangat bervariatif sesuai kondisi dan kebijakan lembaga yang bersangkutan.
Pada kebanyakan lembaga pendidikan kelas bawah, yakni lembaga
pendidikan yang kurang favorit pelaksanaan ujian masuk cenderung tidak
diadakan mengingat jumlah peminat calon siswa baru sering tidak
memenuhi kuota yang disediakan. Sedangkan sekolah yang kebanjiran
pendaftar maka mereka melakukan seleksi secara ketat untuk mendapatkan
siswa yang unggul.
d. Pengumuman calon siswa baru yang diterima.
Untuk melegalkan pengumuman calon siswa baru yang diterima di
sebuah lembaga pendidikan, pimpinan lembaga tersebut menerbitkan
pengumuman secara resmi dan sah secara yuridis. Pada pengumuman
tersebut dicantumkan daftar para calon siswa yang diterima sebagai siswa
tetap serta daftar calon siswa cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan
adanya calon siswa tetap yang mengundurkan diri atau tidak jadi
meneruskan studinya di lembaga pendidikan tersebut.
e. Pencatatan data siswa baru dalam buku klaper dan buku induk.
Buku klaper berisi data lengkap siswa dalam satu tahun pelajaran
berdasarkan urut abjad nama siswa pada masing-masing tingkatan kelas.
Sedangkan buku induk berisi data lengkap siswa secara keseluruhan sejak
awal pendirian sebuah lembaga pendidikan
Diterbitkan di: 09 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.