Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Manajemen Kesiswaan

Pengertian Manajemen Kesiswaan

oleh: wanitamandiriiiiiiii     Pengarang : syaifllah
ª
 
Diantara beberapa manajemen pendidikan yang diterapkan di sekolah
adalah manajemen kesiswaan yang menjadi bahasan dan kajian dalam tesis ini.
Manajemen kesiswaan merupakan frase yang berasal dari gabungan kata, yaitu
“ Manajemen ” dan “ Siswa ”.
Menurut arti bahasa, manajemen berarti ketatalaksanaan dan tata
kepemimpinan, Manajemen juga berarti kepemimpinan terhadap suatu
kelompok guna mencapai tujuan. Sedangkan secara istilah, manajemen berarti
ilmu atau seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya
lain secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen
juga mengandung arti sebagai usaha pencapaian tujuan yang diinginkan dengan
membangun suatu lingkungan yang kondusif terhadap pekerjaan yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam sebuah kelompok yang
terorganisir. Dengan demikian tindakan manajemen nampak terlihat dalam
segenap usaha administrator (manajer) dalam mengatur individu-individu yang
terlibat dalam suatu organisasi, sehingga memungkinkan mereka dapat
menyumbangkan tenaga dan pikiran seoptimal mungkin demi tercapainya
tujuan bersama.
Dalam kaitannya dengan pendidikan, manajemen berarti proses
kerjasama antara dua orang atau lebih dalam satuan organisasi pendidikan,
dengan mendayagunakan segala sumber daya manusia maupun sumber daya
yang lain menuju pencapaian tujuan pendidikan tertentu.
Sedangkan siswa adalah peserta belajar atau murid pada tingkat sekolah
dasar dan menengah. Siswa juga biasa disebut dengan pelajar. Dengan
mendapat awalan ke dan akhiran an menjadi kata “ kesiswaan ”, yang
mengandung makna lebih khusus. Kesiswaan memiliki arti yang lebih sempit
dari kata dasarnya, siswa. Kesiswaan berarti segala sesuatu yang berkenaan
dengan urusan yang berhubungan dengan siswa.
Dari pengertian dua kata dasar tersebut diatas, maka Manajemen
Kesiswaan dapat dirumuskan sebagai penataan dan pengaturan terhadap
kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk sampai keluarnya
peserta didik tersebut dari suatu lembaga pendidikan (sekolah). Dengan
demikian tujuan manajemen kesiswaan adalah mengatur berbagai masalah dan
kegiatan dalam bidang kesiswaan, agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat
berjalan dengan baik dan lancar, tertib dan teratur serta dapat mencapai tujuan
yang ditargetkan sekolah. Pengertian yang dirumuskan Mulyasa tersebut,
memberikan cakupan dan wilayah kerja yang sangat luas pada manajemen
kesiswaan.
Dengan mengacu kepada pengertian tersebut, maka manajemen
kesiswaan memiliki ruang lingkup sebagai berikut :
Menurut Burhanuddin, ruang lingkup atau cakupan manajemen
kesiswaan adalah: 1.Mengatur penerimaan siswa berdasarkan kriteria
penerimaan siswa baru kelas I ( satu ). 2. Program Bimbingan dan Penyuluhan
(BP), 3. Kepenasehatan pemilihan program study, 4.Pengelompokan siswa,
5.Meneliti dan mencatat kehadiran siswa di sekolah, 6.Mengatur program
kegiatan ekstra kurikuler, 7.Mengatur kegiatan organisasi siswa, 8.Pengaturan
mutasi siswa, 9.Pengaturan program belajar di waktu bebas.
Sedangkan menurut Gorton, manajemen kesiswaan hanya meliputi:
1.Permasalahan disiplin siswa,7 2.Cara menanggulangi permasalahan siswa,
3. Pelayanan pribadi siswa, 4. Pengaturan program kegiatan siswa.
Dengan memperhatikan cakupan manajemen kesiswaan yang dijabarkan
oleh Burhanuddin dan Gorton jika dihubungkan dengan pengertian dasar
tentang manajemen kesiswaan yang meliputi penataan terhadap kegiatan siswa
mulai masuk, proses, sampai siswa menjadi alumni dari sebuah lembaga
pendidikan, maka menurut peneliti masih ada bidang kajian atau cakupan
manajemen kesiswaan selain yang telah disebutkan kedua tokoh tersebut diatas
Cakupan yang dimaksud adalah: 1.Kegiatan menganalisis daya tampung siswa,
2.Pelaksanaan orientasi siswa baru, 3.Pelepasan siswa purna studi,
4. Penyaluran siswa yang meliputi penyaluran pada pendidikan lanjutan,
5.Pengkoordinasian alumni.
Untuk lebih jelasnya tentang cakupan manajemen kesiswaan dalam
penelitian ini, berdasarkan paparan Burhanuddin, Gorton dan pendapat
penulis Setelah dikolaborasikan dapat disimpulkan menjadi sebagai berikut:
1. Analisis daya tampung siswa, 2. Penerimaan siswa baru, 3. Orientasi siswa
baru 4. Pengelompokan siswa, 5. Layanan individu siswa, 6. Masalah dispilin
siswa, 7.Respon terhadap masalah disiplin siswa, 8.Pembinaan kegiatan siswa,
9.Pelepasan siswa purna studi, 10.Penyaluran alumni, 11. Pengkoordinasian
alumni.
Diterbitkan di: 09 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ringkasan ttng siswa purna Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    arti purna siswa itu apa? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.