Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kemampuan Interpersonal

Pengertian Kemampuan Interpersonal

oleh: wanitamandiriiiiiiii     Pengarang : nur ulafifa
ª
 
Pengertian Kemampuan Interpersonal
Berangkat dari konsep multiple intelligences yang ditemukan oleh
Gardner menjadi titik tolak bagi pengembangan kecerdasan interpersonal
(sosial). Pengembangan ini dimulai dari tujuh macam kecerdasan yang salah
satunya menyebutkan kecerdasan interpersonal. Dimana kecerdasan ini
menekankan pada kemampuan seseorang untuk memahami orang lain
dengan segenap perbedaan motivasi, kehendak, dan suasana hati.
Kecerdasan interpersonal memberikan keterampilan pada seseorang untuk
bekerjasama dengan orang lain. Kecerdasan ini dipergunakan untuk
berkomunikasi, saling memahami, dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal ditandai oleh
kemampuannya dalam hal memperhatikan perbedaan dan mencermati niat
atau motif orang lain.
Dalam bukunya Adi W. Gunawan medefinisikan kecerdasan
interpersonal sebagai kemampuan untuk masuk dalam diri orang lain,
mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan sikap, kepribadian dan
karakter orang lain. Hal ini bisa ditampakkan pada kegembiraan dalam
berteman, berkelompok dan berbagai macam kegiatan sosial.
Selain konteks kultur dalam mempengaruhi kecerdasan interpersonal,
Gardner berpendapat bahwa kecerdasan interpersonal tumbuh dari sisi
biologis. Menurutnya semua indeks dalam riset otak menyatakan bagian
depan otak memainkan peran yang menonjol dalam pengetahuan
interpersonal. Kerusakan otak di bagian ini akan memperngaruhi pada
kecerdasan seseorang, terutama yang berkaitan dengan orang lain. Hal ini
dapat dilihat pada penyakit alzheimer yang menyerang zona otak orang tua
bagian belakang, dan berakibat pada berkurangnya kecerdasan ruang,
logika, dan linguistik. Namun krusakan otak bagian belakang tersebut tidak
berdampak pada kecerdasan interpersonal. Penderita alzheimer tetap
berdandan rapi, bisa bersosial, dan minta ma’af apabila berbuat salah.
Kebalikan dari alzheimer adalah penyakit pick. Jenis penyakit ini
menyerang otak bagian depan. Kerusakan otak bagian depan menyebabkan
gangguan hilangnya keluwesan seseorang dalam berhubungan dengan orang
lain.
Pendapat ini dikuatkan oleh Elliot. Menurut Elliot kecerdasan
interpersonal (sosial) adalah kemampuan dalam diri seseorang: a). untuk
membaca orang lain dengan akurat; b). mampu memprediksi secara tepat isi
hati orang lain; c). mampu menyesuaikan diri, mengambil hati,
mempengaruhi, dan memimpin orang lain; d). memiliki keahlian
meminimalisir koflik, ketidakharmonisan hubungan, dan pertengkaran
dengan orang lain.
Para ahli lain juga menyumbangkan inspirasi dan fondasi untuk
mengkaji secara mendalam tentang kecerdasan interpersonal. Diantaranya
adalah Thorndike, yang mengatakan kecerdasan adalah kemampuan
memberikan respon yang baik terhadap fakta dari lingkungan; Stoddard,
menjelaskan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memahami berbagai
masalah, diantaranya masalah sosial (interpersonal); Khilstrom dan Cantor,
yang mendefinisikan kecerdasan interpersonal sebagai suatu simpanan
pengetahuan mengenai dunia sosial, menjalin hubungan dengan orang lain,
memahami orang lain dengan latar belakang yang berbeda dengan
bijaksana, dan lain sebagainya.
Kecerdasan interpersonal berkaitan erat dengan keterampilan sosial.
Dalam hal ini kesadaran atau suasana hati digunakan untuk memahami
dinamika sosial, sebagai pengetahuan yang berisi gaya dalam berinteraksi
dengan orang lain, strategi dalam membantu dan mendorong orang lain
untuk berprestasi, dan dapat menilai dengan objektif saat berhubungan
dengan orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal dapat
diartikan orang tersebut akan menggunakan berbagai strategi baru dalam
berinterksi dengan lingkungannya untuk meningkatkan kualitas hubungan.
Sehingga proses menjalin suatu interaksi disebut sebagai suatu kemampuan
belajar, tumbuh, matang dan bermanfaat bagi orang yang melakukan
interaksi tersebut.
Kecerdasan interpersonal dapat juga diartikan sebagai kapasitas
pengetahuan manusia untuk memahami suatu peristiwa yang terjadi di
lingkungan sekitarnya. Sehingga secara personal bermanfaat untuk
bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dengan efektif. Hingga pada
akhirnya, kecerdasan interpersonal merupakan pencapaian kualitas manusia
mengenai kesadaran diri dan penguasaan pengetahuan untuk keberhasilan
dalam melakukan hubungan interpersonal dan membuat kehidupan manusia
lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Mereka yang berhasil
mengembangkan kemampuan ini akan sangat mudah untuk menjadi seorang
ahli terapi, konselor, guru, da’i, pedangang, pembimbing atau mentor serta
pembicara publik.
Diterbitkan di: 09 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.