Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Definisi pembelajaran

oleh: irzu     Pengarang : muh sulthon
ª
 
Istilah pembelajaran, menurut Anton M. Moeliono, merupakan
padanan dari kata instruction, dalam bahasa Inggris, yang berarti proses
membuat orang belajar. Istilah ini digunakan untuk membedakan teaching
dari instruction. Karena teaching dianggap berorientasi kepada guru,
sedangkan instruction berorientasi kepada pelajar, timbullah gagasan
untuk memakai pasangan pengajaran dan pembelajaran.20 Pengajaran
memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru
saja, sedangkan pembelajaran mengacu ke tindakan membelajarkan, atau
menyebabkan orang belajar. Pembelajaran merupakan proses komunikasi
dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru selaku pendidik dan belajar
dilakukan oleh peserta didik. Jika orang yang mengajar disebut pengajar,
maka orang yang membelajarkan akan disebut pembelajar. Dialah yang di
dalam bahasa Inggris disebut instructor.
Penggunaan istilah pembelajaran secara bahasa kiranya sudah
menggambarkan pengertian yang dimaksud oleh instruction, hal ini bisa
dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa pembelajaran
diartikan sebagai proses, cara, menjadikan makhluk hidup belajar.
Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,
berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Istilah pembelajaran digunakan dalam pasal 1 Undang-undang No.
20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional menyebutkan bahwa
pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Secara terminologis Gagne dan Briggs (1979) mendefinisikan
instruction sebagai suatu rangkaian events (kejadian, peristiwa, kondisi,
dan sebagainya) yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi
peserta didik (pembelajar), sehingga proses belajarnya dapat berlangsung
dengan mudah. Hal ini bukan hanya terbatas pada peristiwa yang
dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup semua peristiwa yang
mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia.
Menurut Crow and Crow, pembelajaran (instruction) adalah
perubahan tabiat, pengetahuan dan sikap. Pembelajaran melibatkan cara
baru membuat suatu perbuatan. Hal itu terjadi dalam percobaan individu
mengatasi rintangan atau menyesuaikan diri pada situasi baru. Karenanya
pembelajaran berlaku sepanjang hayat seseorang, baik di sekolah, di
rumah atau di lingkungan sekitar. Lebih lanjut perubahan tersebut juga
diartikan sebagai proses menajamkan fikiran dan memperbaiki
kemampuan berfikir seseorang, mendalami pemahaman seseorang
mengenai isu, atau meningkatkan pemahaman mendalam mengenai
fenomena seperti mendapatkan teknik yang lebih baik atau fakta baru.
Dalam teori belajar konstruktivisme, Tasker (1992) mengemukakan
tiga penekanan sebagai berikut. Pertama adalah peran aktif siswa dalam
mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. Kedua adalah pentingya
membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna.
Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang
diterima.
Wheatley mendukung pendapat di atas dengan mengajukan dua
prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme.
Pertama, pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif, tetapi secara
aktif oleh struktur kognitif siswa; Kedua, fungsi kognisi bersifat adaptif
dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki
anak.
Secara teknis pengertian pembelajaran dapat kita fahami dari
pernyataan Suparta dan Herry Nur Aly,26 bahwa pembelajaran hendaknya
dipandang sebagai variabel bebas (independent variable) yakni suatu
kondisi yang harus dimanipulasikan, suatu rangkaian strategi yang harus
diambil dan dilaksanakan oleh guru. Pandangan semacam ini akan
memungkinkan guru untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. mengusahakan lingkungan yang menguntungkan bagi kegiatan belajar;
b. mengatur bahan pelajaran dalam suatu organisasi yang memudahkan
siswa untuk mencerna;
c. memilih suatu strategi mengajar yang optimal berdasarkan
pertimbangan efektifitas dan kondisi psikologis siswa serta
pertimbangan lainnya yang sesuai dengan konteks objektif di
lapangan;
d. memilih jenis alat-alat atau media pembelajaran yang tepat untuk
keperluan belajar siswa.
Pada waktu yang sama, pandangan tersebut akan menyarankan caracara
yang dapat mendorong dan memotivasi siswa untuk siap, mau dan
mampu belajar. Hal ini pada gilirannya akan mengarah secara langsung
kepada suatu teori motivasi dan kepada suatu teori pendidikan tentang
pertumbuhan kepribadian.
Terkait dengan masalah ini, pengertian pembelajaran (instruction)
dapat diartikan secara khusus, berdasarkan aliran psikologi tertentu.
Pengertian pembelajaran menurut aliran-aliran tersebut, sebagaimana
dirangkum oleh Darsono, adalah sebagai berikut: menurut psikologi
daya pembelajaran adalah upaya melatih daya-daya yang ada pada jiwa
manusia supaya menjadi lebih tajam atau lebih berfungsi; menurut
psikologi kognitif, pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak
didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman; menurut
psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan
suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang
membuat siswa terpanggil untuk belajar.
Dari berbagai rumusan definisi di atas, menunjukkan adanya
perubahan paradigma pendidikan. Hal ini berangkat dari pandangan yang
menyebutkan bahwa pendidikan itu didapat oleh siswa, bukan diterima.
Pandangan senada menyatakan bahwa guru tidak dapat memberikan
pendidikan apapun kepada siswa, tetapi siswa itulah yang harus
mendapatkannya. Pandangan-pandangan yang menekankan faktor
pentingnya keaktifan siswa ini menggeser peran guru dari seorang
pengajar menjadi pembelajar.
Diterbitkan di: 02 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.