Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Urgensi penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran PAI

Urgensi penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran PAI

oleh: irzu     Pengarang : m jauhar ulum
ª
 
Perkembangan IPTEK merupakan sustu keniscayaan yang tidak
dapat dihindari. Bahkan dengan menghindari IPTEK kita akan semakin
ketinggalan, terasing dari lingkungan sosial. Selain itu kita akan
menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya
dengan IPTEK dapat diselesaikan bahkan dengan mudah dan dalam
waktu yang relatif singkat. Di antara hasil IPTEK adalah peralatan yang
biasa disebut Teknologi Informasi (TI).
Pemanfaatan TI untuk kegiatan pembelajaran sudah lazim
dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan di kota besar atau di
lembaga pendidikan yang memiliki dana yang cukup. Sebab TI dianggap
masih terlalu mahal oleh banyak kalangan. Sehingga hanya lembaga
pendidikan di kota besar atau yang memiliki dana yang cukup yang bisa
membeli.
Namun tidak demikian dengan SMP-QT. Meskipun lembaga ini
berada di tengah masyarakat desa yang identik dengan kemiskinan,
namun pemenuhan peralatan TI menjadi prioritas. Sebab Pengelola SMPQT
menganggap bahwa TI (dalam hal ini komputer dan internet) sangat
dibutuhkan dalam pembelajaran. Dengan komputer subyek didik dapat
mengerjakan tugas, menulis, menggambar dan aktifitas bermanfaat yang
lain. Dengan internet subyek didik dapat memperoleh informasi tentang
apapun yang dikehendaki, khususnya yang berkaitan dengan materi
pembelajaran.
Atas kesepakatan dengan orang tua diputuskan bahwa wali
subyek didik yang mampu diminta untuk membayar Rp. 4000 per hari.
uang tersebut dialokasikan untuk cicilan komputer Rp. 2000. Tabungan
Rp. 1000 dan ongkos makan pagi Rp. 1000. Uang tabungan tersebut
setelah terkumpul dikembalikan kepada subyek didik dalam bentuk gitar,
kamus dan lain-lain.
Dengan kebijakan model ini sebagian besar siwa SMP-QT
memiliki seperangkat komputer di rumah masing-masing. Mereka juga
memiliki gitar untuk mengasah intuisi dengan bermain musik. Selain itu
mereka juga memiliki sarana penunjang dalam pembelajaran Bahasa
Inggris seperti kamus Indonesia – Inggris, kamus Inggris – Indonesia dan
paket pelajaran Bahasa Inggris BBC.
Seperangkat komputer tersebut selain mereka gunakan untuk
mengerjakan tugas, menulis cerpen atau novel juga mereka gunakan
untuk browsing internet melalui wi-fi yang dipancarkan dari SMP-QT.
Mereka dapat berseluncur di dunia maya kapanpun mereka mau selama
24 jam. Dari kegiatan browsing intenet ini mereka dapat memperdalam
pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
Inilah salah satu poin plus yang membedakan antara subyek
didik di SMP-QT dengan subyek didik di sekolah lain. Jaringan internet
ini dapat mebawa mereka untuk ”menjelajah” seluruh dunia. Meskipun
secara geografis mereka tinggal di pedesaan di lereng Gunung Merbabu.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa TI sangat urgen
dalam pembelajaran. Dengan sarana IT subyek didik dapat memperkaya
materi pembelajaran yang mereka dapatkan di bangku sekolah, termasuk
pembelajaran PAI. Namun peran pendamping masih diperlukan untuk
mebantu subyek didik menyaring informasi yang didapatkan melalui TI.
Sebab informasi yang diperoleh melalui TI boleh jadi merupakan
informasi yang menyesatkan.
Diterbitkan di: 02 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.