Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill

Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill

oleh: faqod     Pengarang : fulan
ª
 
  • Kelebihan da Kekurangan Metode Drill (latih siap) adalah;
1) Dalam waktu yang tidak lama siswa dapat memperoleh pengetahuan danketerampilan yang diperlukan.
2) Siswa memperoleh pengetahuan praktis dan siap pakai, mahir dan lancar.
3) Menumbuhkan kebiasaan belajar secara kontinue dan disiplin diri, melatihdiri, belajar mandiri.
4) Pada pelafalan agama dengan melalui metode drill ini anak didik menjaditerbiasa dan menumbuhkan semangat untuk beramal kepada Allah.
Sedangkan Zuhairini, menguraikan tentang metode latihan siap sebagaiberikut:
1) Dalam waktu relatif singkat, cepat dapat diperoleh penguasaan danketerampilan yang diharapkan.
2) Para murid akan memiliki pengetahuan siap.
3) Akan menanamkan pada anak-anak kebiasaan belajar secara rutin dandisiplin.

Kekurangan Metode Drill (Latih Siap)
Team Kurikulum Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya, dalamPengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM menguraikan tentangkekurangan dari metode drill sebagai berikut:
1) Menghambat bakat dan inisiatif siswaMengajar dengan metode drill berarti minat dan inisiatif siswa dianggapsebagai gangguan dalam belajar atau dianggap tidak layak dan kemudiandikesampingkan. Para siswa dibawa kepada koformitas dan diarahkanmenjadi uniformitas.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkunganPerkembangan inisiatif di dalam menghadapi situasi baru atau masalahbaru pelajar menyelesaikan persoalan dengan cara statis. Hal inibertentangan dengan prinsip belajar di mana siswa seharusnyamengorganisasi kembali pengetahuan dan pengalaman sesuai dengansituasi yang mereka hadapi.
3) Membentuk kebiasaan yang kakuDengan metode drill siswa belajar secara mekanis. Dalam memberikanrespon terhadap suatu stimulus siswa dibiasakan secara otomatis.Kecakapan siswa dalam memberikan respon stimulus dilakukan secara otomatis tanpa menggunakan intelegensi. Tidaklah irrasional, hanyaberdasarkan routinitas saja.
4) Menimbulkan verbalismeSetetah mengajarkan bahan pelajaran siswa berulang kali, gurumengadakan ulangan lebih-lebih jika menghadapi ujian. Siswa dilatihmenghafal pertanyaan-pertanyaan (soal-soal). Mereka harus mengetahuidan menghafal jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan tertentu. Siswa harus dapat menjawab soal-soal secara otomatis. Karena itu makaproses belajar yang lebih realistis menjadi terdesak. Dan sebagai gantinyatimbulah responrespon yang melalui bersifat verbalistis.
Diterbitkan di: 01 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.