Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Ruang Lingkup Public Relations Berbasis Fear Arrousing

Ruang Lingkup Public Relations Berbasis Fear Arrousing

oleh: irzu     Pengarang : ashari
ª
 
Ruang lingkup public relations berbasis fear arrousing
meliputi hubungan dengan publik dalam (internal public relations)
dan hubungan dengan publik luar (external public relations).
Untuk lebih jelasnya sebagaimana berikut:
1) Internal Public Relations.
Tujuan dari internal public relations adalah untuk
mempererat jalinan kerja antara atasan dengan bawahan,
sehingga akan terbangun budaya kerja (corporate culture
building) yang lebih baik.
Didalam internal public relations terdapat dua
pengklasifikasian yaitu:
a) Hubungan dengan karyawan (employee relations)
Yang dimaksud dengan karyawan disini adalah
semua orang yang terkait dengan pekerjaan secara
langsung baik itu pekerja kasar maupun pekerja halus.
Ada empat tahap untuk mencapai employee
relations yang efektif yaitu:
(1) Penerangan dan penjelasan (informations)
Sesuatu hal yang berkaitan dengan karyawan harus
dijelaskan secara akurat dan tepat. Contoh masalah
tugas, peraturan, reward dan punishment ini harus
dijelaskan agar mereka lebih berhati-hati dalam
bertugas karena terdorong oleh punishment dan
lebih giat dalam bertugas karena terdorong oleh
rewards yang dijanjikan.
(2) Pengertian dan memahami (understanding)
Pengertian sangat perlu ditanamkan pada diri
karyawan bahwa tugas-tugas yang dilaksanakan
akan membawa dampak pada organisasi secara
langsung maupun tidak langsung. Maka karyawan
perlu ditanamkan rasa pengertian untuk selalu
membangun kesatuan kerja antar karyawan guna
mencapai hasil kerja yang lebih baik.
(3) Menerima dan menafsirkan (acceptance)
Menerima keadaan secara rasional dan obyektif
juga sangat perlu ditanamkan pada diri karyawan
bahwa tugas yang telah diberikan sudah sesuai
dengan bakat dan kemampuannya. Hal ini bertujuan
untuk menimalisir terjadinya kecemburuan sosial
antara satu dengan yang lainnya dan sebagai
pondasi pengembangan kepribadian bagi dirinya.
(4) Setuju dan kerjasama (cooperation)
Kerjasama dalam sebuah organisasi sangat penting.
Tanpa ada kerjasama, organisasi sangatlah sulit
untuk digerakkan. Maka perlu budaya kerjasama
ditumbuhkan pada diri semua karyawan.
Sedangkan tujuan dari employee relations adalah
sebagaimana berikut:
(1) Memupuk iklim harmonisasi lingkungan di tempat
kerja karyawan
(2) Membangun budaya kerja yang sehat
(3) Menghindari dan menimalisir adanya salah
pengertian dan kecemburuan sosial .
(4) Menerapkan rasa saling percaya dan beriktikad
baik.38
b) Hubungan dengan pemegang saham (stockholder
relations)
Hubungan dengan pemegang saham mempunyai
peran penting terhadap perkembangan organisasi. Karena
pemegang saham inilah yang memberi modal untuk
menentukan besar kecilnya sebuah perusahaan.
Hubungan ini bisa direalisasikan melalui komunikasi
dengan berbagai cara sebagaimana berikut:
(1) Pengucapan selamat kepada para pemegang saham.
Hal ini untuk memastikan bahwa para pemegang
saham di perusahaan sangatlah dihormati dan
dihargai, yang nantinya akan menaruh perhatian
dan kepercayaan lebih tinggi pada perusahaan yang
terkait.
(2) Memberikan laporan.
Hal ini bertujuan untuk menambah kepercayaan
para pemegang saham ke perusahaan, bahwa
perusahaan telah benar-benar menjalankan
perkembangan sistem organisasi dengan baik.
(3) Mengirimkan majalah organisasi
Majalah termasuk salah satu media public relations,
dimana dalam pengiriman majalah ini diharapkan
bisa menyalurkan aspirasi-aspirasi perusahaan dan
bisa menginformasikan perkembangan organisasi
dari segala kegiatan yang sudah ada dan yang akan
datang.
(4) Mengadakan pertemuan
Mengadakan pertemuan termasuk salah satu bentuk
komunikasi yang sifatnya face to face artinya
bertemu secara langsung. Pertemuan ini bisa di
ikutsertakannya semua karyawan yang ada, contoh
halnya pada saat acara halal bihalal dsb
Diterbitkan di: 30 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.