Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Pengurusan Jenazah

Pengertian Pengurusan Jenazah

oleh: irzu     Pengarang : khoiri
ª
 
Pengurusan jenazah adalah perbuatan-perbuatan seorang muslim
terhadap seorang muslim lain yang meninggal yang meliputi memandikan,
menyalati, mengafani dan memandikan yang mana hukumnya adalah fard}
kifa>yah. Adapun biaya mengafani sampai kepada proses penguburannya
diambilkan dari harta yang meninggal. Namun jika tidak ada maka diambilkan
dari orang yang berkewajiban untuk menafkahinya semasa dia hidup. Namun jika
tidak ada, maka diambilkan dari bayt al-ma>l dan bila hal ini juga tidak
memungkinkan maka menjadi tanggung jawab orang Islam seluruhnya.
1. Hukum memandikan jenazah.
Hukum memandikan jenazah orang yang beragama Islam adalah wajib
dan pelaksanaannya adalah fard} kifa>yah, dalam artian jika sebagian orang
telah melakukannya maka kewajiban tersebut gugur dari orang Islam yang
lain1.
2. Syarat-syarat orang memandikan jenazah.
Orang yang diperbolehkan untuk memandikan jenazah adalah orang-orang
yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Islam, berakal dan baligh
b. Niat memandikan jenazah
c. Bisa dipercaya (merahasiakan aib dan cacat tubuh jenazah2)
d. Mengetahui tata cara memandikan jenazah3.
3. Orang yang utama untuk memandikan jenazah
Orang yang lebih utama untuk memandikan jenazah berbeda antara
jenazah laki-laki dan perempuan.
a. Jenazah laki-laki
Orang yang utama untuk memandikan jenazah laki-laki urutannya
adalah sebagai berikut :
1) Orang yang mendapat wasiat untuk memandikan
2) Bapak, kakek, kerabat dekat dan mah}ram laki-laki dan istri yang
meninggal4
Diperbolehkannya seorang istri memandikan jenazah suaminya ini
adalah berdasarkan hadith Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah ra
yaitu:
Apabila engkau meninggal sebelumku, niscaya aku akan memandikanmu
dan mengkafanimu, menyalatimu serta menguburkanmu (H.R. Ibnu
Majah)5
b. Jenazah wanita
Orang yang lebih utama untuk memandikan jenazah perempuan
urutannya adalah sebagai berikut :
1) Ibu, nenek, kerabat dekat dari pihak perempuan
2) Suami dari jenazah6
Bila yang meninggal adalah anak-anak maka baik laki-laki maupun
wanita boleh memandikannya selama jenazah usianya belum melebihi tujuh
tahun7. Namun seumpama jenazah adalah laki-laki dan semua yang hidup
(yang terkena hukum wajib) adalah wanita atau sebaliknya dan tidak ada
suami atau istrinya, maka jenazah tidak boleh dimandikan tapi cukup
ditayammumkan oleh salah seorang dari mereka dengan menggunakan pelapis
tangan8.
4. Jenazah yang wajib untuk dimandikan
Jenazah yang wajib dimandikan adalah jenazah yang mempunyai
syarat-syarat sebagai berikut :
a. Islam
b. Bayi yang tidak keguguran
c. Ada bagian tubuh yang dapat dimandikan
d. Tidak orang yang mati shahi>d di medan perang9.
Selain shahi>d di medan perang ada tiga belas orang mati shahi>d
yang wajib untuk diurus sebagaimana biasa10. Namun apabila tidak tersedia
air, maka jenazah tersebut cukup ditayammumkan.
Diterbitkan di: 30 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    doa sholat jenazah Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bg lee assigment pasl jenazah,, tk nk ad point2 uh Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara kutipan tentang kepengurusan jenazah itu ?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.