Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Definisi Studi Kasus (Case Study)

Definisi Studi Kasus (Case Study)

oleh: faqod     Pengarang : Dedi Supriadi Adhuri
ª
 

Studi Kasus (Case Study)

‘Suatu koleksi dan presentasi dari informasi yang detail tentang seseorang atau kelompok kecil orang. Atau, koleksi atau presentasi tentang suatu permasalahan yang spesifik diambil dari suatu masalah yang lebih besar. Sebagai sebuah bagian dari penelitian kualitatif, studi kasus hanya memperhatikan kelompok atau permasalahan yang sangat spesifik tetapi mendalam atau secara intensif. Oleh karenanya, kesimpulan-kesimpulan yang ditujunya juga adalah kesimpulan yang hanya berlaku secara spesifik kepada orang atau permasalahan yang menjadi pusat perhatiannya. Studi kasus, tidak ditujukan untuk mencari kecenderungan-kecenderungan yang universal dan juga biasanya tidak diarahkan untuk mencari hubungan sebab-akibat, tetapi lebih menekankan pada usaha untuk mengeksplor dan mendeskripsikan persoalan yang menjadi fokus kajian.

Studi kasus biasanya mencoba menemukan keterkaitan antar berbagai konsep sedemikian sehingga si peneliti dapat memahani suatu kejadiaan atau persoalan secara komprehensif. Pemahaman yang komprehensif ini diperoleh melalui suatu proses yang dikenal sebagai thick description (‘pengambaran yang dalam’) Yakni, melingkupi penjabaran yang sangat rinci dan dalam tentang entitas yang diteliti dan kondisi-kondisi atau konteks yang melingkupi entitas tersebut, karekteristik orang yang terlibat, dan realitas komunitas yang menjadi wilayah studi. Thick description juga melingkupi pemahaman interpretatif dari data-data demography dan data deskriptif seperti norma-norma budaya, nilai-nilai, sikap dan motif.

Tidak seperti metode kuantitatif, seperti survey, yang memfokuskan pada pertanyaan siapa, apa, di mana, berapa banyak, studi kasus lebih disukai sebagai alat untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. Studi kasus juga lebih tepat untuk digunakan pada saat kita ingin memahami suatu persoalan secara holistik.

Juga, tidak seperti penelitian-penelitian yang berbasis pada angka-angka statistik yang mencari data-data yang bisa dikuantifisir, tujuan dari stusi kasus adalah untuk menemukan konsep-konsep, kategori dan pertanyaan yang bisa didalami dalam penelitian lanjutannya.

Diterbitkan di: 29 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.