Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proses dan tahap Penyusunan Laporan Penelitian

Proses dan tahap Penyusunan Laporan Penelitian

oleh: faqod     Pengarang : Anas Saidi
ª
 

Pada dasarnya yang menjadi tujuan utama dari penulisan laporan penelitian adalah memberitahukan pembaca tentang masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil-hasil yang telah ditemukan dan kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian tersebut. Dalam laporan penelitian tugas utama peneliti adalah untuk melaporkan hasil penelitiannya sebaik dan sejernih mungkin tentang apa yang telah dilakukan, mengapa hal itu dilakukan, serta kesimpulan yang diambil dari penelitiannya dan bukan untuk menyakinkan pembaca mengenai kegunaan hasil penelitian dan sejenisnya.

Meskipun penulisan hasil penelitian merupakan bagian akhir dari seluruh proses penelitian, tahap ini umumnya dianggap paling menentukan dari seluruh agenda penelitian yang telah dilakukan. Sementara laporan penelitian yang lengkap tentu tidak hanya menyanjikan hasil penelitian, tetapi juga, menampilkan proses penelitian itu secara keseluruhan [2]. Makalah pendek ini akan mencoba pembahas elemen-elemen pokok dalam proses penelitian sebagai satu-kesatuan dari laporan penelitian.

Isi laporan penelitian umumnya memuat elemen-elemen sebagai berikut:

  1. Judul laporan
  2. Kata pengantar
  3. Daftar isi
  4. Pendahuluan
  5. Tubuh laporan
  6. Kesimpulan
  7. Lampiran
  8. Kepustakaan

1. Judul Laporan

Dalam judul laporan sebaiknya sudah mengambarkan apa yang telah diteliti. Dalam penetapan judul pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, jika penelitian itu bersifat kualitatif judul bisa dirumuskan dari perasan hasil temuan yang telah ada. Sebaliknya jika penelitian itu bersifat kuantitatif, maka judul telah ditentukan secara deduktif dan menggambarkan masalah yang akan diteliti. Apapun proses penetapan judul yang dilakukan (induktif atau deduktif) maka hendaknya judul jangan terlalu luas cakupannya atau sebaliknya terlalu sempit. Judul yang terlalu luas, misalnya, Pengumuman Kabinet Baru dan Reaksi Pasar. Demikian juga judul penelitian juga jangan bersifat simbolik, terlalu abstrak atau mungkin puitis. Misalnya judul “Masjid dan Pasar”, mungkin maksudnya dialektika antara moralitas dan sistem perdagangan bebas, tetapi judul semacam ini, disamping terlalu simplistik juga terlalu luas. Judul yang baik, diluar memperlihatkan korelasi antara variable secara jelas, juga, mencerminkan arah penelitian yang akan dilakukan.

Judul yang terlalu sempit seperti “Pengaruh Profesionalisme Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Satu Sekolah Mengah Atas Negeri 56 di Jakarta. Judul semacam ini disamping terlalu sempit cakupannya, juga tidak problematik sebagai bahan penelitian. Tanpa penelitian pun sudah diketahui bahwa profesionalisme guru akan memiliki pengaruh atas hasil belajar siswa. Jadi, dalam pembuatan judul, di luar harus diperhatikan skopenya, yang lebih penting adalah apakah judul telah mencerminkan masalah yang membutuhkan penelitian.



Diterbitkan di: 21 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.