Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Apa Sertifikasi Guru ?

oleh: akaris     Pengarang : havisa
ª
 
Sertifikasi (certification) mengandung makna, jika hasil penelitian atas persyaratan pendaftaran yang diajukan calon penyandang profesi dipandang memenuhi persyaratan, kepadanya diberikan pengakuan oleh negara atas kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Bentuk pengakuan tersebut adalah pemberian sertifikat kepada penyandang profesi tertentu, yang di dalamnya memuat penjelasan tentang kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh pemegangnya (Sudarwan Danim, 2002: 30).
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Sertifikasi pendidik adalah sebuah sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi yang terakreditasi dan ditunjuk oleh Pemerintah sebagai bukti formal pengakuan profesionalitas guru yang diberikan kepada guru sebagai tenaga professional. Sertifikasi kompetensi adalah proses pemerolehan sertifikat kompetensi guru yang dimaksudkan untuk memberikan bukti tertulis terhadap kinerja (performance) melaksanakan tugas guru sebagai perwujudan kompetensi yang dimiliki telah sesuai dengan standar kompetensi guru yang dipersyaratkan.
Menurut Permendiknas RI No.18/2007, Sertifikasi bagi guru dalam masa jabatan diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. Sertifikasi kompetensi guru sebagai upaya penjamin mutu pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia mempunyai arti strategis dan mendasar dalam upaya peningkatan mutu guru. Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2007, persyaratan umum peserta sertifikasi guru adalah guru yang masih aktif mengajar di sekolah, dibawah binaan Departemen Pendidikan Nasional kecuali guru agama. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan formal yang belum memiliki sertifikat pendidik. Sedangkan untuk guru bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib memiliki SK dari lembaga pendidikan terkait, untuk guru bukan PNS yang mengajar di sekolah negeri harus memiliki SK dari dinas pendidikan, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), dan usia belum mencapai 60 tahun, dan melaksanakan beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu, berhak atas tunjangan profesi pendidik sebesar satu kali gaji pokok.. Sedangkan persyaratan sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran, Sebagai bukti bahwa persyaratan tersebut telah dipenuhi, guru harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh setelah lulus uji kompetensi. Uji kompetensi guru dalam jabatan dilakukan melalui dua cara yaitu (1) penelitan portofolio dan (2) melalui jalur pendidikan
Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007, pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan penilaian portofolio dan melalui jalur pendidikan. Guru yang lulus uji kompetensi melalui penilaian portofolio berhak mendapat serifikat pendidik, sedangkan guru yang tidak lulus penilaian portofolio dapat melakukakan kegiatan-kegiatan untuk melengkapi dokumen portofolio agar mencapai nilai lulus, atau mengikuti pendidikan dan pelatihan profesi guru yang diakhiri dengan ujian sesuai persyaratan yang telah ditentukan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi.
Sertifikasi merupakan jawaban terhadap adanya kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Oleh karena itu proses sertifikasi kompetensi dipandang sebagai bagian esensial dalam memperoleh sertifikat kompetensi yang diperlukan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 61 ayat (1) menyatakan bahwa sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi; ayat (2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi; ayat (3) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan/atau lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.

Diterbitkan di: 17 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.