Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Macam-macam Jual Beli

oleh: rajauntung     Pengarang : yeni pertiwi
ª
 
Adapun macam-macam jual beli yang perlu kita ketahui, antara lain yaitu:
1. Jual beli yang s}ah}i>h}
Suatu jual beli dikatakan sebagai jual beli yang s}ah}i>h} apabila jual beli
tersebut disyari'atkan, memenuhi rukun dan syarat yang ditentukan, bukan
milik orang lain, tidak bergantung pula pada hak khiyar lagi, jual beli seperti
ini dikatakan sebagai jual beli yang s}ah}i>h}. Misalnya, seseorang membeli
sebuah kendaraan roda empat. Seluruh rukun dan syarat jual beli telah
terpenuhi, kendaraan roda empat itu telah diperiksa oleh pembeli dan tidak
ada cacat, tidak ada yang rusak, tidak ada manipulasi harga dan harga buku
(kwitansi) itupun telah diserahkan, serta tidak ada lagi hak khiyar dalam jual
beli itu. Jual beli yang demikian ini hukumnya s}ah}i>h} dan telah mengikat
kedua belah pihak.
2. Jual beli yang bat}il
Yaitu jual beli yang apabila salah satu atau seluruh rukunnya tidak
terpenuhi, atau jual beli tersebut pada dasar dan sifatnya tidak disyari'atkan,
seperti jual beli yang dilakukan oleh anak-anak, orang gila, atau barang yang
dijual itu barang-barang yang diharamkan syara', seperti bangkai, darah, babi,
dan khamar.
Adapun jenis-jenis jual beli yang bat}il adalah:
a. Jual beli sesuatu yang tidak ada. Para ulama fiqh sepakat menyatakan jual
beli seperti ini tidak sah atau bat}il. Misalnya, memperjual belikan buahbuahan
yang putiknya pun belum muncul di pohonnya atau anak sapi
yang belum ada, sekalipun di perut ibunya telah ada.
b. Menjual barang yang tidak boleh diserahkan kepada pembeli, seperti
menjual barang yang hilang atau burung piaraan yang lepas dan terbang
di udara. Hukum ini telah disepakati oleh seluruh ulama fiqh dan
termasuk dalam kategori bai‘ al-gara>r (jual beli tipuan)
c. Jual beli yang mengandung unsur penipuan, yang pada awalnya baik,
tetapi di balik itu semua terdapat unsur-unsur penipuan. Misalnya,
memperjualbelikan kurma yang ditumpuk, di atasnya bagus-bagus dan
manis, tapi ternyata di dalam tumpukan tersebut banyak terdapat yang
busuk. Termasuk ke dalam jual beli tipuan ini adalah jual beli al-his}s}ah
(jual beli dengan lemparan batu, yang intinya jika engkau lemparkan batu
ini ke salah satu barang itu, mana yang kena itulah yang dijual). Selain
itu yang termasuk dalam jual beli yang mengandung unsur penipuan
adalah jual beli al-mulamasah (mana yang terpegang oleh engkau dari
barang itu, itulah yang saya jual). Kemudian jual beli al-muzabanah
(barter yang diduga keras tidak sebanding), misalnya memperjualbelikan
anggur yang masih di pohonnya dengan dua kilo cengkeh yang sudah
kering, karena dikhawatirkan antara yang dijual dan yang dibeli tidak
sebanding.
d. Jual beli benda-benda najis. Seperti, babi, khamar, bangkai dan darah,
karena semua itu dalam pandangan Islam adalah najis dan tidak
mengandung makna harta.
e. Jual beli al-‘arbun yaitu jual beli yang bentuknya dilakukan melalui
perjanjian, pembeli membeli sebuah barang dan uangnya seharga barang
diserahkan kepada penjual, dengan syarat apabila pembeli tertarik dan
setuju, maka jual beli sah. Tetapi jika pembeli tidak setuju dan barang
dikembalikan, maka uang yang telah diberikan pada penjual, menjadi
hibah bagi penjual.
f. Memperjual belikan air sungai, air danau, air laut, dan air yang tidak
boleh dimiliki seseorang, karena air yang tidak dimiliki seseorang
merupakan hak bersama umat manusia dan tidak boleh diperjualbelikan
3. Jual beli yang fasid
Ulama Hanafiyah yang membedakan jual fasid dengan jual beli yang
bat}il. Apabila kerusakan dalam jual beli itu terkait dengan barang yang
dijualbelikan, maka hukumnya batal, seperti memperjualbelikan barangbarang
haram (khamar, babi, darah). Apabila kerusakan pada jual beli itu
menyangkut harga barang dan boleh diperbaiki, maka jual beli tersebut
dinamakan fasid.
Akan tetapi jumhur ulama tidak membedakan antara jual beli yang
fasid dengan jual beli yang batil. Menurut mereka jual beli itu terbagi
menjadi dua, yaitu jual beli yang s}ah}i>h} dan jual beli yang bat}il. Apabila
syarat dan rukun jual beli terpenuhi, maka jual beli itu sah. Sebaliknya,
apabila salah satu rukun atau syarat jual beli itu tidak terpenuhi, maka jual
beli itu batal.
4. Transaksi jual beli yang barangnya tidak ada di tempat akad
Transaksi jual beli yang barangnya tidak berada di tempat akad,
hukumnya boleh dengan syarat barang tersebut diketahui dengan jelas
klasifikasinya. Namun apabila barang tersebut tidak sesuai dengan apa yang
telah diinformasikan, akad jual beli akan menjadi tidak sah, maka pihak yang
melakukan akad dibolehkan untuk memilih menerima atau menolak, sesuai
dengan kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual.
5. Transaksi atas barang yang sulit dan berbahaya untuk melitanya
Diperbolehkan juga melakukan akad transaksi atas barang yang tidak
ada di tempat akad, bila kriteria barang tersebut diketahui menurut
kebiasaan, misalnya makanan kaleng, obat-obatan dalam tablet, tabungtabung
oksigen, bensin dan minyak tanah melalui kran pompa dan lainnya
yng tidak dibenarkan untuk dibuka kecuali pada saat penggunaannya, sebab
sulit melihat barang tersebut dan membahayakan
Diterbitkan di: 13 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    macam-macam jual beli yg NO 1 itu jual beli shohih pa apa itu..kog ndak jelas.. sama yg no 2 itu batil pa yg lainnya..!? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    FFHFHGJFFYTFUYTFRCUYGUGUY Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.