Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Cara ampuh memberikan materi SKI

Cara ampuh memberikan materi SKI

oleh: amancc     Pengarang : Siti Munawaroh
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} Pembelajaran SKI agar menjadi pelajaran yang di sukai yaitu seorang pendidik itu harus menyiapkan sebuah cara-cara yang ampuh agar bisa memberikan materi itu dengan baik. Dalam kegiatan belajar materi SKI ini kebanyakan para siswa itu jarang menyukai dan mereka menyebutnya pelajaran yang membosankan, dari permasalahan yang seperti ini ada langkah-langkah yang harus di lakukan oleh guru di antarnya dalam pengajaran materi SKI ini jangan menggunakan hanya satu metode saja yaitu ceramah yang hanya guru menerangkan dan siswa hanya duduk dan mendengarkan. Kemudian harus bias menguasai kelas dan peserta didik yang ada dalam kelas itu. Dan kondisi kelas sebaiknya di format sebaik mungkin agar semua siswa dapat memperhatikan dengan baik materi yang di sampaikan. Selain itu dala memberikan materi SKI ini jangan monoton berada dalam kelas saja bias langsung mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang sesuai dengan materi yang disampaikan.

Selain guru dari siswa harus mendukung agar bias menciptakan proses belajar SKI tidak membosankan.yaitu tumbuhkanlah minat dan perhatian pada materi sejarah agar bias mengerti apa yang disampaikan oleh guru. minat peranan yang sangat penting.

Bila seorang siswa tidak memiliki minat dan perhatian yang besar terhadap objek yang dipelajari maka sulit diharapkan siswa tersebut akan tekun dan memperoleh hasil yang baik dari belajarnya. Sebaliknya, apabila siswa tersebut belajar dengan minat dan perhatian besar terhadap objek yang dipelajari, maka hasil yang diperoleh lebih baik. Seperti yang diungkapkan oleh Usman Efendi dan Juhaya S Praja bahwa .belajar dengan minat akan lebih baik daripada belajar tanpa

minat.

Dari keterangan di atas, dapat dijelaskan bahwa siswa yang memiliki minat dengan siswa yang tidak memiliki minat dalam belajar akan terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut tampak jelas dengan ketekunan yang terus menerus. Siswa yang memiliki minat maka ia akan terus tekun ketika belajar. sedangkan siswa yang tidak memiliki minat walau pun ia mau untuk belajar akan tetapi ia tidak terus untuk tekun dalam belajar. Begitu pula dalam proses belajar mengajar dalam mata pelajaran Sejarah

Kebudayaan Islam. Tinggi rendahnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam tentunya akan memberikan pengaruh terhadap prestasi

belajar yang akan dicapai oleh siswa.

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan mata pelajaran yang materinya berisikan peristiwa sejarah masa lalu.

. Demikian juga pembelajaran SKI yang seperti ini cukup kontektual dari

sisi kebutuhan siswa untuk belajar mengembangkan dirinya sementara belajar

berangkat dari kebutuhan siswa akan mudah membangkitkan minat siswa

terhadap mata pelajaran tersebut, sehingga mereka dapat meraih prestasi yang

lebih optimal ketika siswa tidak lagi merasa berminat untuk mengikuti pelajaran

ini, tentunya hal ini akan memberikan dampak pada tinggi rendahnya prestasi

pembelajaran siswa di bidang mata pelajaran SKI.

Jadi dapat di simpulkan dari analisis saya untuk bias menciptakan pembelajaran SKI guru dan siswa harus sama-sama aktif dan kreatif.

Diterbitkan di: 09 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.