Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Film Kartun

oleh: rajauntung     Pengarang : lukman arif
ª
 
Film kartun dalam sinematografi dikategorikan sebagai bagian yang integral film yang memiliki ciri dan bentuk khusus. Film secara umum merupakan serangkaian gambar yang diambil dari obyek yang bergerak. Gambar obyek tersebut kemudian diproyeksikan ke sebuah layar dan memutarnya dalam kecepatan tertentu sehingga menghasilkan gambar hidup.
Film kartun dalam sinematografi adalah film yang pada awalnya dibuat dari tangan dan berupa ilustrasi di mana semua gambarnya saling berkesinambungan. Gambar-gambar ini digerakkan secara kesinambungan untuk menghasilkan gerakan yang hidup.
Dari serangkaian gambar ini berubah menjadi aksi yang secara terus-menerus. Sehingga tampak seperti gerakan sesungguhnya yang hidup dan menarik. Salah satu ciri film kartun menurut Brown adalah : “They present action in continuity as if occures, or as it can be purposely changed to provide some special visual experiences essential to understanding”.Adalah sangat istimewa dan mengagumkan hingga dapat menyerupai gambar hidup.
2. Bentuk dan Tema Film Kartun
Masyarakat memang lebih mengenalnya sebagai film kartun ketimbang film animasi. Film jenis itu juga selalu dikonotasikan sebagai tontonan lucu dan menghibur. Semua itu tak lepas dari sejarah kelahirannya.
Riwayat film animasi sama tua dengan sejarah gambar hidup itu sendiri. Berkat jasa Walt Disney, film jenis itu tampil sebagai tontonan yang sangat populer, baik lewat layar bioskop maupun televisi.
Lewat tokoh legendaris ciptaannya, Mickey Mouse dan Donald Duck, film animasi kemudian lebih dikenal sebagai film kartun. Kata kartun dari bahasa Inggris cartoon yang berarti gambar yang lucu.
Jadi sebutan film kartun sebenarnya hanya pas untuk film-film produk Walt Disney, yang memang menampilkan tokoh-tokoh dengan bentuk, perilaku, dan dialog yang kocak. Meski anak-anak kadang terlihat tegang saat menonton.
Film animasi kini mengalami perkembangan luar biasa. Temanya tak selalu lucu. Walt Disney pernah merajai pasaran animasi dengan memproduksi tema-tema mengharukan macam Cinderella, The Hunchback of Nottredam, Snow White, Sleeping Beauty, dan Alice in the Wonderland.
Bahkan tak sedikit pula film animasi yang menampilkan kisah petualangan yang menegangkan, contohya Shrek, Titan A.E., dan Atlantis: The Lost Empire, yang belum lama ini diputar di Semarang.
Film yang menyajikan gambar animasi yang sangat hidup itu meraih sukses ketika diputar di bioskop mancanegara. Namun pemasaran di Indonesia kurang bagus. Penonton di sini masih lebih menyukai aktor sungguhan ketimbang gambar coret.
Namun bukan berarti tak ada pasar film animasi di Indonesia. Film jenis itu, terutama produksi Jepang, saat ini mendominasi tayangan televisi dengan segmen penonton anak-anak dan banyak beredar dalam bentuk VCD.
Film animasi sekarang tidak hanya menghidupkan hasil coretan tangan. Yang dianimasikan juga boneka (The Muppet Show, Stingray, dan Si Unyil) serta gambar-gambar digital yang disebut animasi matriks atau animax (Toys Story).
Diterbitkan di: 08 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan film kartun dan animasi film? ataukah sama ataukah berbeda? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    terus ap utterance yg terdapat dalam film kartun ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.