Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Alat bantu belajar

oleh: RaySamba     Pengarang : Ali ROhman
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, BAB VII, pasal 27, ayat (23) disebutkan bahwa tenaga pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar. Tugas tenaga pengajar (guru) adalah mengajar, bukan semata-mata sebagai penyaji materi, tetapi yang utama adalah membelajarkan siswa, membuat agar siswa dapat belajar. Dari sinilah kemudian timbul istilah pembelajaran. Tugas membelajarkan ini tidak terbatas pada pendidikan sekolah saja, tetapi juga bagi tutor, fasilitator yang bergerak dalam pendidikan di luar sekolah. Sebab belajar tidak ada batas waktunya, berlangsung sepanjang jaga manusia.

Adanya inovasi yang terus menerus dalam bidang pendidikan menuntut para pengelola pendidikan (termasuk guru) untuk meningkatkan kualitas kemampuannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kehadiran Teknologi Pendidikan–Teknologi Pembelajaran sebagai salah satu wujud inovasi pendidikan, secara langsung, akan sangat membantu dalam memecahkan masalah belajar yang menjadi tugas utamanya.

Teknologi Pembelajaran bukan sekedar dicirikan dengan penggunaan media/alat peraga dalam proses pembelajaran, akan tetapi lebih dari itu, yakni merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan sejumlah unsur dalam rangka memecahkan masalah belajar (Karti Soeharto, dkk, 2003: 1). Teknologi pembelajaran adalah suatu proses yang kompleks dan terintegrasi, meliputi orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai serta mengelola pemecahan terhadap masalah tersebut dalam situasi di mana proses belajar dilakukan secara sengaja, bertujuan dan terkontrol.

Perhatian guru harus ditujukan pada bagaimana menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga merangsang siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Tugas ini akan dapat terlaksana apabila guru tidak lagi memandang bahwa tugas pokoknya adalah semata-mata sebagai penyaji materi (bahan) ajar saja. Pengetahuan dan keterampilan dalam merancang (mendesain) pelajaran dalam bentuk Satuan Acara merupakan tuntutan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi untuk segera dilaksanakan para guru. Teknologi pembelajaran akan banyak memberikan wawasan bagaimana menyusun desain pembelajaran yang baik, efektif, efesien dan praktis sehingga masalah belajar yang dihadapi siswa dapat teratasi secara optimal.

Dari uraian di atas, maka media pembelajaran memegang peranan penting. Media bukan hanya sekedar alat bantu, tetapi lebih merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar. Kehadiran media pembelajaran ini meruapakan suatu keharussan, dan menuntut para guru untuk merancang suatu sistem intruksional yang terpadu. Media dengan kedudukannya tadi akan dapat menggantikan salah satu tugas guru. Guru dan media bersama-sama membagi tanggung jawab dalam mengelola kegiatan belajar. Guru tetap sebagai pengelola, innovator, tutor, sedangkan media sebagai penyaji bahan ajaran. Dengan demikian guru dapat menggunakan waktunya secara lebih efesien dan beban tugas dapat dikurangi, produktivitas pengajaran lebih tinggi.

Semakin sadarnya guru akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.

Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:

1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.

2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.

3. Bahan;merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran,seperti buku paket, buku teks, dan lain-lain.

4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas.

5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran.

6. Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.

Namun pada kenyataannya, tidak semua sekolah di negara kita dapat memenuhi enam sumber belajar tersebut. Banyak di antara sekolah-sekolah yang melaksanakan program pendidikan dengan kemampuan sarana dan prasarana yang seadanya. Asalkan ada bahan pelarajan, guru dan sedikit sarana penunjang seperti buku teks dan gambar-gambar, maka proses Kegiatan Belajar Mengajar dianggap sudah berjalan dengan baik.

Oleh sebab itu, perlu adanya suatu usaha untuk memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada, walaupun penuh dengan keterbatasan akan tetapi tetap menghasilkan hasil yang maksimal. Misalnya penggunaan media gambar, meski nampak hanyalah hal yang sederhana, namun penggunaan media ini perlulah diperhitungkan guna peningkatan kecerdasan anak didik.

Diterbitkan di: 17 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.