Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Latar Belakang Proposal Kerjasama Guru PAI dan Guru BK

Latar Belakang Proposal Kerjasama Guru PAI dan Guru BK

oleh: RaySamba     Pengarang : Muyasarah
ª
 
st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

Pendidikan adalah hal yang sudah umum dan biasa kita dengar setiap hari dan mungkin kita dapat lihat dalam media elektronik dan media cetak namun pada dasarnya pendidikan merupakan suatau usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa untuk mentransferkan ilmu ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud dan tujuan yang jelas dan juga terarah, sehingga terlihatlah perbedaan antara orang yang terdidik dengan oring tidak terdidik baik dalam pola pikir, prilaku dan kehidupan secara pribadi dalam kehidupan bermasyarakat. Di mana pendidikan itu mempunyai tujuan yang sesuai dengan apa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, dan hal tersebut sesuai dengan UU RI No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memililki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani berkepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.

Dalam UU Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu “Pendidikan Nasional mempunyai tujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang cerdas terampil mandiri, bertanggung jawab berwawasan Iptek dan Imtaq kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi manusia seutuhnya”.

Dalam rangka menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemerintah telah menetapkan di setiap sekolah untuk diselenggarakan pendidikan agama menurut agama yang dianut oleh peserta didik. Salah satunya adalah Pendidikan Agama Islam. Sebagai agama mayoritas di negara ini, maka Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu mata pelajaran pokok yang diselenggarakan di setiap sekolah.

Tugas pokok guru Pendidikan Agama Islam adalah mengajar, mendidik dan melatih anak agar dapat menguasai pokok-pokok ajaran agama Islam (Hadirja Paraba, 1999: 35). Selain dari itu pula, guru Pendidikan Agama Islam hendaknya mampu mengembangkan seluruh kepribadian anak. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam harus mengetahui lebih dari sekedar masalah bagaimana mengajar yang efektif. Ia harus dapat membantu murid dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya, sepanjang itu memungkinkan secara profesional.

Namun tentu saja guru tidak dapat sepenuhnya memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswanya dikarenakan kesibukannya dalam mempersiapkan proses belajar mengajar. Oleh karenanya, kehadiran seorang konselor sangatlah diperlukan guna meringankan tugas guru. Konselor dan guru merupakan suatu tim yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif. Oleh karen itu, kegiatan bimbingan dan konseling, tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan sekolah.

SMP Negeri 1 Sukadana merupakan salah satu sekolah pemerintah yang ada di kota Sukadana. Sebagai sekolah yang berada di kawasan muslim dengan mayoritas siswanya beragama muslim, maka hasil Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut selalu menjadi perhatian utama para orang tua siswa. Orang tua siswa berharap besar agar putra-putrinya mendapatkan Pendidikan Agama Islam yang cukup di sekolah sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan nanti. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam berusaha semampu mungkin untuk meningkatkan kualitas pengajaran Pendidikan Agama Islam.

Namun ada kalanya usaha guru tersebut sering terhambat oleh masalah-masalah individual siswa. Sehingga dalam penanggulangannya guru Pendidikan Agama Islam tidak dapat bekerja sendiri tetapi meminta bantuan kepada guru Bimbingan dan Konseling. Dalam praktiknya kerjasama guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Sukadana tidaklah selalu berjalan dengan baik. Dalam pengamatan peneliti ada beberapa hal yang selalu menjadi permasalahan dalam kerjasama di antara keduanya, yaitu kemampuan dalam memahami masalah yang dihadapi siswa sehingga sering timbul perbedaan persepsi di antara keduanya dalam memandang sebuah permasalahan siswa.

Selain itu pula data-data mengenai siswa yang kurang lengkap sehingga menyulitkan guru Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui akar permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Permasalahan-permasalahan yang timbul di atas tentu saja akan menghambat proses Bimbingan dan Konseling baik itu yang akan dilakukan oleh guru BK maupun oleh guru Pendidikan Agama Islam, sehingga berimplikasi langsung kepada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan prestasi siswa pada mata pelajaran tersebut.

Bedasarkan paparan data di atas, maka peneliti berkeinginan untuk meneliti mengenai kerjasama guru PAI dan guru BK dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukadana Kabupaten Kayong Utara tahun pelajaran 2009/2010.
Diterbitkan di: 17 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.