Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kapitaselekta Pendidikan Islam

Kapitaselekta Pendidikan Islam

oleh: KomarudinTasdik     Pengarang : Muzayyin Arifin
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

KAPITA SELEKTA PEMBELAJARAN

Ada tiga komponen dasar yang harus dibahas dalam teori pendidikan Islam yang pada gilirannya dapat dibuktikan validitasnya dalam operasionalisasi. Tiga komponen dasar itu adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pendidikan Islam harus dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan sama bagi seluruh umat Islam sehingga bersifat universal.

2. Metode pendidikan Islam yang kita ciptakan harus berfungsi secara efektif dalam proses pencapaian tujuan pendidikan Islam.

3. Irama gerak yang harmonis antara metode dan tujuan pendidikan dalam proses akan mengalami vakum bila tanpa kehadiran nilai atau ide.

Dengan memperhatikan potensi psikologis dan pedagogis manusia anugerah Allah, model pendidikan Islam seharusnya berorientasi kepada pandangan falsafah sebagai berikut: Filosofis, Etimologis, Pedagogis.

Secara kurikuler model-model tersebut didesain menjadi: Content, Pendidik, Anak didik.

Problema Pendidikan Islam dalam Dinamika Masyarakat

Strategi pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan modernisasi berkat kemajuan iptek itu mencakup ruang lingkup sebagai berikut:

1. Motivasi kreativitas anak didik ke arah pengembangan iptek itu sendiri, di mana nilai-nilai islami menjadi sumber acuannya.

2. Mendidik keterampilan memanfaatkan produk iptek bagi kesejahteraan hidup umat manusi pada umumnya dan umat Islam pada khususnya.

3. Menciptakan jalinan yang kuat antara ajaran agama dan iptek, dan hubungan yang akrab dengan para ilmuwan yang memegang otoritas iptek dalam bidang masing-masing.

4. Menanamkan sikap dan wawasan yang luas terhadap kehidupan masa depan umat manusia melalui kemampuan menginterpretasikan ajaran agama dari sumber-sumbernya yang murni kontekstual dengan masa depan kehidupan manusia.

Model-Model Penelitian dalam Pendidikan

Kegiatan riset dalam pendidikan dapat dilakukan dalam berbagai macam bentuk:

1) Riset ditinjau dari segi tujuan pelaksanaannya: Penelitian Dasar, Penelitian Terapan.

2) Riset ditinjau cara penganalisisan data-data yang diperoleh: Penelitian analitis, Penelitian deskriptif, Penelitian eskperimental.

3) Riset ditinjau dari sudut sampai di manakah riset memenuhi baik internal maupun eksternal validity-nya: Penelitian Ex Post Facto; Investigasi, studi, survei, dan eksperimen.

Ada beberapa problema menyangkut kondisi dan kompensasi tugas mengajar guru:

a. Sedikitnya waktu untuk istirahat dan untuk persiapan pada waktu dinas di sekolah.

b. Ukuran kelas yang terlalu besar.

c. Kurangnya bantuan administratif.

d. Gaji yang kurang memadai.

e. Kurangnya bantuan kesejahteraan.


Problema Manajemen dan Kelembagaan Pendidikan Islam

Perangkat input instrumental yang kurang sesuai dengan tujuan pendidikan menjadi sumber karawanan karena: Guru kurang kompeten untuk menjadi tenaga profesional pendidikan, Penyalahgunaan manajemen pendidikan, Pendekatan metodologis guru masih terpaku kepada orientasi tradisionalistis, dan lain-lain.

Diterbitkan di: 15 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah Selamanya Metode yang bersifat tradisional tidak dapat di pakai lagi??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    1. bagaimana cara menimbulkan Inspirasi dalam diri seorang guru agar pendekatan Metodologis yang masih berorientasi tradisionalistis tidak di pakai lagi dalam sistem pengajaran?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.