Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pemisahan Campuran Ilmu Kimia

Pemisahan Campuran Ilmu Kimia

oleh: HestiSolBonita    
ª
 

Pemisahan Campuran Ilmu Kimia


Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu :

· Mendeskripsikan cara-cara pemisahan campuran

· Mempraktikkan teknik pemisahan campuran di laboratorium dengan benar

Telah diketahui bahwa campuran merupakan materi yang tersusun atas dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat yang sama dengan zat penyusunnya. Jadi, zat-zat dalam campuran bergabung secara fisika. Oleh karena itu, zat-zat dalam campuran dapat dipisahkan kembali secara fisika pula.


Campuran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu campuran homogeny (larutan) dan campuran heterogen. Campuran homogeny mempunyai sifat yang sama di seluruh bagiannya. Contoh campuran homogeny adalah air gula, air the. Sementara itu, campuran heterogen mempunyai sifat, komposisi, berat jenis yang tidak sama di seluruh bagiannya. Contoh campuran heterogen adalah air laut dan air sungai.


Pada bab ini akan dibahas beberapa cara pemisahan campuran, antara lain penyaringan (filtrasi), pengkristalan, penyulingan (distilasi), kromatografi, penyubliman, dan ekstraksi. Selain cara pemisahan campuran, di bab ini akan dibahastentang analisis kuantitatif yang meliputi analisis gravimetric dan analisis volumetric. Simak uraiannya berikut ini !

A. PENYARINGAN

Penyaringan atau filtrasi adalah pemisahan campuran dengan menggunakan alat penyaring (filter). Pemisahan dengan cara ini didasarkan pada perbedaan ukuran partikel. Penyaringan dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut. Misalnya, pemisahan campuran air dengan pasir, pemisahan air dengankopi, pemisahan air santan denganampasnya. Penyaringan yang biasa dilakukan di laboratorium dengan menggunakan kertas saring. Zat cair yang melewati kertas saring atau hasil filtrasi disebut filtrate, sedangkan zat dapat yang tertinggal dalam kertas saring atau sisa filtrasi disebut residu.

B. KRISTALISASI

Pengkristalan atau kristalisasi adalah pemisahan zat campuran padat dari larutan dengan cara menguapkan pelarutnya. Misalnya, pemisahan garam dapur dari air laut yang banyak digunakan oleh para pembuat garam/petani garam. Pemisahan ini dilakukan dengan cara memasukkan air laut ke dalam tambak-tambak yang dibuat di tepi pantai dan dibiarkan menguapoleh sinar matahari.


Dari beberapa kali pengisian air laut ke dalam tambak, kadar garam menjadi tinggi sehingga terbentuk Kristal garam. Namun, kristal garam yang diperoleh masih belum bersih, sehingga perlu dilakukan pengkristalan kembali (rekristalisasi) untuk pemurnia. Cara itu dilakukan dengan melarutkan garam kotor ke dalam air, selanjutnya garam disaring dan filtratnya diuapkan sehingga diperoleh garam yang bersih. Di laboratorium pemisahan garam dari larutan garam dapat dilakukan dengan memanaskan larutan garam dalam cawan penguap sehingga seluruh airnya menguap. Setelah itu, akan diperoleh kristal garam yang berwarna putih.

C. DISTILASI

Distilasi adalah suatu proses pemurnian untuk suatu senyawa cair yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk dan ditampung dalam wadah yang terpisah untuk mendapatkan distilat (senyawa zat cair murni).


Bila zat pencampurnya adalah suatu zat padat, atau suatu zat cair yang titik didihnya tinggi, zat pencampur akan tertinggal sebagai residu. Untuk hal tersebut, dapat dilakukan dengan proses distilasi sederhana. Alat yang digunakan dalam proses distilasi sederhana antara lain :


· Labu distilasi (labu dasar bulat)

· Termometer

· Pendingin (kondensor)

· Penampung (labu erlenmeyer)

· Kaki tiga dan kasa

· Pembakar


Untuk memurnikan zat cair yang zat pencampurnya berupa zat cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan, dilakukan proses distilasi bertingkat dengan menggunakan alat-alat yang tersusun seperti pada gambar. Zat yang akan dimurnikan dimasukkan dalam labu distilasi yang dilengkapi dengan kolom fraksinasi. Proses selanjutnya adalah sama halnya dengan proses distilasi sederhana.


Diterbitkan di: 17 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    berikan cara kerja filtrasi,destilasi,kristalisasi,kromatografi secara jelas. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa tidak ada tujuan|langkah-langkahnya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    campuraan yg tidak bisa dipisahkan melalui penyaringan di sebut? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana cara memisahkan nitrogen dari pupuk urea? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.